Indeks Nikkei Jepang Tertekan, Tapi Kinerja 2025 Tetap Positif
Indeks saham Nikkei Jepang ditutup sedikit lebih rendah pada 50339,48 pada perdagangan hari terakhir tahun 2025, turun 0,4%. Penurunan ini didorong oleh melemahnya saham-saham logam dan perusahaan pialang. Meskipun demikian, Nikkei tercatat menguat sekitar 26% sepanjang tahun 2025, dipimpin oleh saham chip dan konstruksi, yang mencatatkan kinerja yang sangat baik.
Beberapa perusahaan besar seperti Kioxia Holdings yang melonjak lebih dari enam kali lipat, serta SoftBank Group yang mencatatkan keuntungan 92% pada 2025, turut mengangkat kinerja Nikkei. Selain itu, perusahaan konstruksi seperti Taisei dan Shimizu juga mengalami lonjakan harga saham lebih dari dua kali lipat, didorong oleh ekspektasi peningkatan belanja modal perusahaan dan proyek infrastruktur pemerintah.
Investor kini akan fokus pada langkah-langkah Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memperkuat perekonomian Jepang. Sementara itu, USD/JPY stabil di 156,04, dan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun mengalami kenaikan tipis menjadi 2,065%. Pemerintah Jepang diharapkan akan terus mendorong kebijakan yang mendukung pemulihan ekonomi di tahun 2026. (az)
Sumber: Newsmaker.id