USD/JPY Menguat, BOJ Jadi Sorotan
USD/JPY melanjutkan penguatannya untuk hari kelima berturut-turut dengan diperdagangkan di kisaran 159,80 pada sesi Asia Jumat, mendekati level tertinggi dalam hampir dua minggu terakhir. Pergerakan ini menempatkan USD/JPY di jalur kenaikan mingguan yang solid, meskipun arah jangka pendek masih cenderung terbatas dalam kisaran yang telah terbentuk selama lebih dari satu bulan terakhir.
Penguatan pasangan ini didorong oleh kombinasi dolar AS yang tetap solid serta pelemahan yen Jepang yang berlanjut. Mata uang Jepang tersebut masih berada di bawah tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran ekonomi global, khususnya dari ketegangan di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda mereda.
Pasar juga menyoroti minimnya kemajuan dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Blokade pelabuhan Iran oleh AS masih berlangsung, sementara Teheran bersikeras bahwa pencabutan penuh blokade menjadi syarat utama untuk melanjutkan negosiasi. Kondisi ini membuat investor skeptis terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Situasi semakin memanas setelah Iran menyerang tiga kapal di Selat Hormuz dan menyita dua di antaranya. Ketegangan ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, yang berpotensi memberi tekanan tambahan bagi ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi.
Di sisi lain, ekspektasi bahwa Bank of Japan akan mempertahankan kebijakan suku bunga longgar pada pertemuan mendatang turut menjadi faktor yang melemahkan yen. Kombinasi kebijakan moneter yang dovish dan tekanan eksternal membuat USD/JPY tetap berada dalam bias bullish untuk sementara waktu.(Zaf)
Sumber: Newsmaker.id