Emas Terkoreksi Akibat Tekanan Dolar dan Lonjakan Minyak!
Harga emas melemah pada Kamis (23/04), tertekan penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak yang kembali memunculkan kekhawatiran inflasi berbasis energi di tengah memanasnya ketegangan AS-Iran. Spot gold turun 1,1% ke US$4.688,96/oz, sementara kontrak berjangka turun 1,0% ke US$4.705,56/oz pada 06:26 ET.
Pelemahan sempat membawa spot menyentuh US$4.694,23/oz, menembus area bawah rentang US$4.700–US$4.900/oz yang bertahan dalam dua pekan terakhir. Pergerakan emas dinilai tertahan karena pasar masih menilai arah konflik dan kelanjutan peluang perundingan.
Ketidakpastian meningkat setelah Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, namun Teheran dan Washington menunjukkan minim sinyal untuk kembali ke meja negosiasi. Iran menuntut pencabutan blokade AS sebagai prasyarat pembicaraan, sementara AS meminta pembukaan penuh Selat Hormuz, yang masih diblokir Iran di tengah pengawasan maritim AS di kawasan.
Di pasar energi, harga minyak kembali melesat ke atas US$103/barel pekan ini seiring kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur sempit yang dilaporkan menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak global. Lonjakan ini memantik kembali narasi “energy shock” yang dapat mendorong bank sentral mempertimbangkan kenaikan suku bunga, kondisi yang umumnya tidak mendukung aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Tekanan tambahan datang dari dolar AS yang menguat dan menuju kenaikan mingguan pertama dalam sebulan, membuat emas lebih mahal bagi pembeli non-AS. Sejalan dengan itu, logam mulia lain ikut terkoreksi: perak spot turun 4,3% ke US$74,3705/oz, sementara platinum spot melemah 3,5% ke US$2.005,92/oz. (gn)*
Sumber: Newsmaker.id