BoE di Depan Mata, Pound Unggul atas Dolar
Dolar AS sempat reli 0,4% di sesi Asia, lalu memangkas kenaikannya ketika hedge fund “fade” rebound tersebut. Indeks Bloomberg Dollar Spot (BBDXY) nyaris tak berubah setelah naik 0,2% kemarin, seiring Powell menegaskan jalur kebijakan bergantung data. Imbal hasil US Treasury 10Y turun 3 bps ke 4,05%, sementara pasar uang mem-price in pemangkasan The Fed ~44 bps hingga akhir tahun.
Di pasar opsi, meja leverage membeli pelemahan mata uang mayor. Risk reversal 1 bulan BBDXY di 14 bps (puts > calls) menandakan skew bearish dolar. EUR/USD bangkit dari low 1,1781 hingga 1,1839 (+0,2%) dengan minat pada opsi digital topside; meski prospek jangka panjang euro didukung opsi, grafik memberi sinyal peringatan bagi bull.
Pound berbalik menguat 0,1% ke 1,3648 jelang keputusan BoE. Konsensus memperkirakan suku bunga ditahan di 4% hari ini. Sorotan tertuju pada masa depan program quantitative tightening, di tengah kekhawatiran penjualan gilt memperparah volatilitas pasar obligasi Inggris.
Pergerakan lain: NZD/USD jatuh 1,2% ke 0,5892 setelah ekonomi Selandia Baru menyusut lebih dari perkiraan dan ekspektasi pemangkasan 50 bps RBNZ meningkat. AUD/USD sempat -0,6% ke 0,6616 usai data pekerjaan turun, meski pengangguran stabil. USD/JPY melemah ke 147,31 setelah memangkas setengah kenaikan, dengan BoJ diperkirakan menahan suku bunga. EUR/NOK turun 0,3% ke 11,5691 pasca “hawkish cut” Norges Bank (pemotongan kedua tahun ini, sinyal laju pemotongan selanjutnya lambat).(ads)
Sumber: Newsmaker.id