Dolar Melemah Jelang FOMC
Dolar AS turun ke level terendah lebih dari dua bulan terhadap pound dan euro, serta menyentuh dasar 10 bulan versus dolar Australia pada Selasa, 16 September 2025. Pasar semakin yakin The Fed akan memangkas suku bunga 25 bps pada Rabu, sementara Presiden AS Donald Trump kembali mendesak pemangkasan yang lebih besar.
Fokus pasar tertuju pada rapat The Fed—nada pidato Jerome Powell akan krusial. Analis menilai, jika Powell menekankan risiko inflasi atau ketidakpastian prospek ekonomi, pelaku pasar bisa memangkas kembali ekspektasi pemotongan lanjutan.
Di Inggris, GBP menguat 0,2% ke $1,3627 setelah data tenaga kerja menunjukkan pelemahan bertahap: jumlah pekerja bergaji turun tujuh bulan beruntun dan pertumbuhan upah inti sektor swasta melambat ke 4,7% (dari 4,8%). Bank of England diperkirakan menahan suku bunga pekan ini, setelah memangkas pada Agustus.
Euro sempat naik 0,3% ke $1,1797, sementara DXY merosot ke 97,121. AUD menandai level tertinggi sejak 8 November di $0,6677 sebelum sedikit terkoreksi ke $0,6666. USD/JPY melemah 0,3% ke 146,920 jelang keputusan BoJ pada Jumat (pasar memperkirakan suku bunga tetap 0,5%). Di Eropa, rilis ZEW Jerman serta data upah dan produksi industri zona euro dinanti hari ini.
Poin inti:
Pasar mengantisipasi Fed memangkas 25 bps; Trump dorong pemotongan lebih besar.
Nada Powell jadi kunci arah dolar pasca-keputusan.
GBP menguat ke $1,3627 usai data pasar kerja Inggris melunak; BoE diperkirakan tahan suku bunga.
Euro menguat, AUD sentuh puncak 10 bulan; USD/JPY melemah jelang BoJ.(ayu)
Source: Newsmaker.id