• Sat, Mar 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

10 September 2025 02:58  |

Dolar AS Bangkit, Pasar Tunggu Ujian Data Inflasi

Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang pada Selasa (9/9), kecuali terhadap yen, setelah pulih dari pelemahan di sesi sebelumnya. Investor memilih mengkonsolidasikan posisi menjelang rilis data inflasi penting pekan ini.

Data inflasi produsen (PPI) AS dijadwalkan rilis Rabu, disusul inflasi konsumen (CPI) pada Kamis, yang akan jadi acuan untuk mengukur dampak tarif terhadap harga di ekonomi terbesar dunia.

Greenback sempat melemah setelah laporan menunjukkan revisi ke bawah hampir satu juta lapangan kerja dari estimasi pemerintah sebelumnya untuk periode April 2024–Maret 2025. Hal ini menandakan kondisi pasar tenaga kerja jauh lebih lemah dari angka awal. Namun, data tersebut sebagian besar diabaikan pasar.

Pada perdagangan sore, euro melemah 0,5% ke $1,1707, mendorong indeks dolar naik 0,4% ke 97,78 setelah sebelumnya sempat turun ke level terendah tujuh minggu. Terhadap franc Swiss, dolar naik 0,6% ke 0,7976 franc setelah sempat menyentuh level terendah enam minggu.

Meski dolar naik, analis menilai tren besar masih negatif. Elias Haddad, Senior Market Strategist di Brown Brothers Harriman London, mengatakan sikap dovish terbaru The Fed kemungkinan akan menyeret dolar ke level terendah siklus baru. Ia menambahkan, The Fed kini lebih memprioritaskan mandat ketenagakerjaan penuh ketimbang stabilitas harga.

Data BLS menunjukkan revisi NFP memangkas 911.000 pekerjaan dalam 12 bulan hingga Maret, rekor revisi terbesar, melebihi catatan -824.000 pada Maret 2009 dan -818.000 tahun lalu. Pasar suku bunga berjangka kini menilai 92% peluang pemangkasan 25 bps bulan ini, dan 8% peluang pemangkasan 50 bps.

Di tempat lain, sterling turun 0,5% ke $1,3521, sementara mata uang komoditas — dolar Australia, Selandia Baru, dan Kanada — juga melemah terhadap greenback.

Beberapa analis menyebut hasil lelang obligasi AS tenor tiga tahun yang kuat ikut menopang reli dolar. Lelang tersebut mencatat permintaan pengguna akhir tertinggi sepanjang sejarah, mengimbangi hasil mengecewakan bulan Agustus. “Perilaku lelang yang kuat jadi salah satu faktor pendukung, seiring reli yang konsisten di kurva Treasury minggu terakhir ini,” kata Julia Hermann, Global Market Strategist di New York Life Investments.(yds)

Sumber: Reuters

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai