• Sat, Mar 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 September 2025 16:03  |

Dolar Dekati Titik Terendah 7 Minggu Akibat Ekspektasi Fed

Dolar merosot mendekati level terendah dalam tujuh minggu pada hari Selasa (9/9) karena investor bersiap menghadapi revisi data AS yang dapat mengindikasikan pasar tenaga kerja dalam kondisi yang lebih buruk dari perkiraan awal, memperkuat kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih dalam.

Dolar melemah 0,2% terhadap yen Jepang menjadi 147,21, sementara poundsterling naik 0,1% menjadi $1,3558. Euro melemah ke $1,1752 setelah menyentuh level terkuatnya sejak 24 Juli.

Terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, dolar melemah ke level terendah 97,25, level terendah sejak akhir Juli, menjelang rilis revisi acuan awal untuk data ketenagakerjaan yang mencakup periode April 2024 hingga Maret 2025.

Para ekonom mengantisipasi revisi ke bawah sebanyak 800.000 lapangan kerja, yang dapat menandakan bahwa The Fed tertinggal dalam upaya mencapai lapangan kerja maksimum.

Ekspektasi para pedagang terhadap pelonggaran moneter The Fed yang lebih agresif secara bertahap meningkat. Pasar uang telah sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, dan peluang penurunan yang sangat besar sebesar 50 basis poin juga telah meningkat hingga hampir 12%, menurut perangkat FedWatch CME.

Para penasihat pemerintahan Trump sedang mempersiapkan laporan yang memaparkan dugaan kekurangan Biro Statistik Tenaga Kerja, yang mungkin akan mereka publikasikan dalam beberapa minggu mendatang, The Wall Street Journal melaporkan pada hari Selasa, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan oleh The Fed juga telah membantu mengangkat harga emas spot ke rekor tertinggi $3.659,10 per ons pada hari Selasa.

Di antara mata uang lainnya, mata uang krona Norwegia menguat sekitar 0,2% terhadap dolar dan euro setelah pemerintahan minoritas Partai Buruh Norwegia memenangkan masa jabatan kedua pada hari Senin.

Perkembangan politik di Tokyo hingga Buenos Aires kemungkinan akan tetap menjadi fokus investor setelah pengunduran diri Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba, pemecatan Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou, dan pemecatan mendadak kepala keuangan Indonesia, yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Akhir pekan ini, Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakannya pada hari Kamis.

Para ekonom terpecah bulan lalu mengenai kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut oleh ECB, tetapi sentimen telah bergeser dengan data terbaru yang menunjukkan inflasi bertahan mendekati target 2% dan pengangguran pada rekor terendah.

Sementara itu, rupiah Indonesia melemah 0,8% setelah pemerintah mengganti menteri keuangannya pada hari Senin. Bank Indonesia terlihat membeli obligasi pemerintah berjangka panjang pada hari Selasa dalam upaya menstabilkan pasar, menurut dua pedagang. (Arl)

Sumber: Reuters

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai