Dolar Lanjutkan Pelemahan Pasca Data Ketenagakerjaan
Indeks Dolar Bloomberg pada Senin (8/9) melanjutkan pelemahan setelah rilis laporan ketenagakerjaan AS bulan Agustus, seiring reli obligasi Treasury.
Yen sempat tertekan usai Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengumumkan pengunduran dirinya, namun kemudian memangkas pelemahan. Sementara itu, euro menguat meski politik Prancis diguncang setelah PM François Bayrou kalah dalam voting kepercayaan di parlemen.
Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,3% melanjutkan penurunan 0,4% pada Jumat lalu. “Rasio signal-to-noise untuk data AS meningkat signifikan, dengan data keras terbaru mengonfirmasi arah dari data lunak,” ujar Alvaro Vivanco, Head of Strategy TJM FX. Ia menegaskan tetap berada di posisi short dollar. Pasar swap kini sudah lebih dari 100% menghargai peluang pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pekan depan, sementara yield Treasury turun di seluruh tenor, dengan imbal hasil 10 tahun di 4,05%. Fokus pasar kini tertuju pada rilis data inflasi AS (CPI) Kamis mendatang.
Pasangan USD/JPY diperdagangkan di 147,35, turun tipis setelah sempat naik 0,8%.
Euro menguat 0,4% ke level 1,1765—tertinggi sejak 28 Juli. Swiss franc memimpin penguatan mata uang G-10 terhadap dolar, dengan pasanan USD/CHF turun 0,6% ke 0,7930, setelah PBOC memperpanjang swap mata uang lokal senilai 150 miliar yuan dengan SNB selama lima tahun.
Sementara itu, dolar Kanada (loonie) melemah setelah data ketenagakerjaan domestik mengecewakan, USD/CAD turun 0,2% ke 1,3808.(yds)
Sumber: Bloomberg