• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

4 June 2025 16:17  |

Dolar Melemah Saat Fokus Kekhawatiran Perdagangan dan Data Ekonomi

Nilai tukar dolar melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Rabu (4/6) karena investor memantau perkembangan negosiasi tarif Presiden Donald Trump dengan beberapa mitra dagang utama, terutama Tiongkok, menjelang serangkaian data ekonomi.

Pemerintahan Trump telah memberikan batas waktu hingga Rabu bagi negara-negara untuk menyampaikan penawaran terbaik mereka terkait perdagangan, pada hari yang sama bea masuk untuk baja dan aluminium impor telah berlipat ganda.

Gedung Putih juga memperkirakan Trump akan menelepon Presiden Tiongkok Xi Jinping pekan ini, setelah kedua belah pihak saling menuduh melanggar ketentuan perjanjian bulan lalu untuk mencabut beberapa tarif.

Sementara kata Fiona Cincotta, yang merupakan analis pasar senior City Index mengatakan, " Yang terjadi adalah pasar cukup memantau terkait AS dan Tiongkok hingga kami mendengar semacam peningkatan retorika dari Trump pada akhir pekan lalu,"

"Itu benar-benar telah mengembalikan fokus pada keputusan ini dan pasar akan mencari kesan bahwa kedua pemimpin setidaknya menuju ke kemauan yang sama."

Selain itu Trump pada hari Rabu mengunggah di platform media sosialnya bahwa Xi "keras" dan "susah diajak berunding."

Sementara itu, indikator ekonomi telah kembali menjadi pendorong mata uang AS pekan ini, meskipun ketegangan perdagangan tetap menjadi pusat perhatian.

Dolar turun 0,8% terhadap mata uang utama lainnya pada hari Senin menyusul kontraksi dalam manufaktur, hanya untuk bangkit kembali dengan jumlah yang hampir sama pada hari berikutnya setelah peningkatan mengejutkan dalam lowongan pekerjaan di AS.

Dolar stabil terhadap yen Jepang pada 143,95 yen pada pukul 07.35 GMT, sementara terhadap franc Swiss, dolar turun 0,16% menjadi 0,8228 franc.

Euro naik 0,21% menjadi $1,1395 menjelang keputusan Bank Sentral Eropa tentang suku bunga yang diharapkan pada hari Kamis.

Sterling naik tipis 0,14% menjadi $1,3539. Inggris dan ekspor logamnya dibebaskan dari peningkatan bea masuk AS, mengingat Inggris memiliki kesepakatan perdagangan. Indeks dolar, yang mengukur mata uang terhadap enam mata uang lainnya, datar di 99,12, tidak jauh dari level terendahnya pada akhir April.

Sentimen secara keseluruhan telah didukung oleh data yang menurut para analis belum mencerminkan sepenuhnya dampak ketidakpastian perdagangan. Para pedagang akan terus mencermati data aktivitas bisnis bulan Mei dari Inggris dan ekonomi zona euro, bersama dengan laporan sektor jasa ISM yang diawasi ketat dari AS.

Laporan ketenagakerjaan ADP di kemudian hari dapat menjadi indikasi kesehatan sektor swasta AS menjelang angka penggajian bulanan yang penting pada hari Jumat.

Di tempat lain, dolar Australia naik tipis 0,12% menjadi $0,647 menyusul angka PDB yang menunjukkan ekonomi hampir tidak tumbuh pada kuartal pertama, yang menggarisbawahi perlunya stimulus tambahan.(yds)

Sumber: Reuters

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai