Dolar Melemah Jelang Payroll, Yen Menguat Tajam
Dolar AS melemah terhadap seluruh mata uang utama G10 menjelang rilis laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat. Tekanan terhadap greenback muncul setelah pasar mencermati komentar Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang menyebut risiko inflasi telah mereda dalam beberapa pekan terakhir.
Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,3% dan berada di jalur pelemahan harian terbesar sejak 11 Juni. Warsh tetap menegaskan komitmen The Fed untuk menjaga stabilitas harga, tetapi pernyataannya meredam sebagian kekhawatiran pasar terhadap langkah agresif bank sentral.
Fokus investor kini tertuju pada data payroll AS. Survei ekonom memperkirakan perusahaan AS menambah 113.000 pekerjaan pada Juni, lebih rendah dibandingkan 172.000 pekerjaan pada bulan sebelumnya. Data ini akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed.
Yen Jepang menguat tajam di tengah meningkatnya risiko intervensi dan aksi pelepasan posisi menjelang libur panjang di Amerika Serikat. USD/JPY turun 1% ke level 160,91 setelah sempat naik ke 162,84 pada Rabu, level tertinggi sejak Desember 1986.
Di mata uang lain, EUR/USD naik 0,4% ke level 1,1421. Sementara itu, EUR/GBP turun untuk hari keempat berturut-turut ke 0,8546, level terendah baru dalam satu tahun. EUR/CHF juga melemah 0,3% ke 0,9181, posisi terendah sejak 17 Juni.(yds)
Sumber: Newsmaker