DXY Bertahan 99, Geopolitik dan NFP Kuat Menahan Dolar
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak datar di sekitar 99 pada sesi Asia Senin (08/6), bertahan dekat level tertinggi bulanan. Dolar tetap ditopang dua faktor utama: meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu permintaan aset safe haven, serta pergeseran ekspektasi suku bunga setelah data tenaga kerja AS yang kuat.
Situasi geopolitik memanas setelah Israel menyatakan telah menyerang target militer di Iran, beberapa jam setelah Iran meluncurkan rudal ke wilayah Israel. Laporan media menyebut ledakan terdengar di sejumlah kota di Iran. Di saat bersamaan, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang disebut ingin menahan eskalasi tidak cukup meredakan kehati-hatian pasar. Kondisi ini membuat dolar tetap menarik sebagai tempat berlindung jangka pendek.
Dari sisi makro, laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Mei memperkuat pandangan bahwa pasar kerja AS masih solid. NFP tercatat +172 ribu dan angka April direvisi naik menjadi 179 ribu, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,3%. Kombinasi tersebut mendorong investor menilai fokus The Fed akan semakin berat ke risiko inflasi, terutama ketika tekanan harga masih sensitif terhadap pergerakan energi.
Seiring data yang kuat, pasar menaikkan kembali taruhan kenaikan suku bunga. Probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember meningkat dibanding pekan lalu menurut acuan FedWatch, mencerminkan repricing yang lebih hawkish. Sejumlah ekonom juga menilai kombinasi pasar kerja yang menguat dan shock energi membuat pengetatan kebijakan semakin mungkin terjadi jika inflasi bertahan.
Ke depan, arah dolar akan tetap sangat dipengaruhi oleh dua jalur: headline Timur Tengah yang dapat mengubah sentimen risiko secara cepat, serta data AS yang menentukan seberapa jauh pasar mendorong skenario “lebih ketat lebih lama”. Selama ketidakpastian geopolitik tinggi dan data domestik AS tetap kokoh, ruang pelemahan dolar cenderung terbatas.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id