Dolar Menguat, Pasar Cermati Hormuz dan Prospek The Fed
Indeks dolar AS bertahan di sekitar 98,8 pada Jumat (24/04) dan berada di jalur mencatat kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan. Permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven meningkat seiring upaya perdamaian AS-Iran yang tersendat dan memperkuat geopolitik yang belum mereda.
Ketegangan kembali menjadi fokus setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menindak kapal yang memasang di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut memperkuat persepsi pasar bahwa risiko keamanan jalur pelayaran tetap tinggi di tengah situasi yang bergerak cepat.
Selat Hormuz masih efektif tertutup, dengan kedua pihak mempertahankan blokade masing-masing. Kondisi ini mendorong harga energi tetap tinggi dan memperbesar kekhawatiran inflasi, sehingga pasar lebih berhati-hati dalam meningkatkan eksposur pada aset berisiko.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar luas memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan acuan suku bunga pada pertemuan pekan depan dan kemungkinan untuk sebagian besar tahun ini. Pelaku pasar menilai bank sentral akan menunggu bukti lebih jelas tentang dampak konflik Iran terhadap inflasi dan pertumbuhan sebelum mengubah arah kebijakan.
Investor juga mencermati komentar kandidat pemimpin The Fed, Kevin Warsh, yang menegaskan komitmen menjaga independensi kebijakan moneter. Kombinasi risiko geopolitik, tekanan inflasi energi, dan ekspektasi suku bunga yang bertahan ketat menjadi faktor utama yang menopang dolar dalam jangka pendek.(asd)
Sumber : Newsmaker.id