DXY Naik Usai PPI Panas
Indeks dolar AS (DXY) bertahan di atas 97,7 pada Jumat (27/2) setelah data inflasi produsen yang lebih panas dari perkiraan memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih lama. Sepanjang pekan, dolar cenderung bergerak stabil, dengan pasar menunggu sinyal tambahan apakah tekanan harga benar-benar melandai atau justru kembali menguat.
Data menunjukkan PPI Januari naik 0,5% (MoM), meningkat dari 0,4% pada Desember dan melampaui konsensus 0,3%. Angka ini mengindikasikan tekanan harga di tingkat produsen masih persisten—membuat narasi “higher for longer” kembali relevan dan menahan ruang untuk pemangkasan suku bunga yang lebih cepat.
Dari sisi tenaga kerja, rilis klaim pengangguran menunjukkan initial dan continuing claims berada di bawah ekspektasi, mengonfirmasi pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil dan perusahaan masih cenderung menahan pekerja. Kombinasi inflasi yang belum jinak dan data tenaga kerja yang solid menambah alasan bagi The Fed untuk tetap hati-hati.
Di pasar suku bunga, money market kini memproyeksikan setidaknya dua kali pemangkasan tahun ini, dengan pemangkasan pertama yang “sepenuhnya terpasang” diperkirakan pada Juli. Di luar faktor makro, investor juga tetap memantau potensi kenaikan tarif AS dari 10% menjadi 15% untuk sejumlah negara, serta kelanjutan pembicaraan nuklir AS–Iran yang dijadwalkan berlanjut pekan depan.
Secara bulanan, dolar berada di jalur menguat sekitar 0,9%, yang berpotensi mengakhiri tren pelemahan tiga bulan beruntun—menandakan posisi USD kembali lebih “nyaman” di tengah kombinasi inflasi yang keras kepala dan ketidakpastian global yang belum mereda.(yds)
Sumber: Newsmkar.id