Tarif & Geopolitik Menahan Dolar, PPI Jadi Penentu
Dolar AS melemah tipis terhadap sejumlah mata uang pada Jumat (27/2), seiring kombinasi ketegangan AS–Iran dan ketidakpastian kebijakan tarif membuat investor memilih sikap hati-hati.
Pelemahan dolar terjadi meski sentimen risk-off sempat muncul akibat koreksi saham teknologi AS—faktor yang biasanya mendukung permintaan safe haven—menandakan pasar masih ragu untuk kembali “all-in” ke dolar.
Tekanan pada greenback juga dipicu kekhawatiran lebih luas: arah tarif yang mudah berubah, isu independensi bank sentral, serta risiko intervensi geopolitik—terutama terkait Iran.
Dalam catatan kepada klien, analis BNY Bob Savage menilai permintaan investor global untuk hedging aset-aset AS terhadap risiko penurunan dolar masih “memainkan peran signifikan” dalam membatasi ruang penguatan USD.
Pada perdagangan terkini, Dollar Index (DXY) turun sekitar 0,2% ke 97,63, namun pergerakannya masih berada dalam rentang sempit (tight range) beberapa sesi terakhir.
Pasar kini menunggu rilis Producer Price Index (PPI) AS Januari pada 13:30 GMT sebagai katalis berikutnya untuk mengukur arah inflasi dan ekspektasi kebijakan The Fed.(yds)
Sumber: Newsmaker.id