Dolar Stabil, Ekspektasi Cut Fed Mulai Menyusut
Indeks dolar AS (DXY) bergerak nyaris tidak berubah pada Kamis (26/2), bertahan di sekitar 97,7 dan tetap dekat level tertinggi satu bulan yang tercapai pekan lalu. Pasar masih menunggu katalis baru setelah kekhawatiran atas kebijakan tarif Presiden Donald Trump sempat mereda, meski ketidakpastian kebijakan dagang belum sepenuhnya hilang.
Sentimen juga tertahan oleh meningkatnya kehati-hatian terkait pembicaraan AS–Iran di Jenewa. Pelaku pasar menilai isu geopolitik tersebut berpotensi mengubah arus safe haven secara cepat—terutama bila negosiasi memanas atau berujung pada eskalasi.
Dari sisi data, rilis terbaru menunjukkan initial jobless claims AS naik tipis menjadi 212.000 untuk pekan yang berakhir 21 Februari, sementara continuing claims turun menjadi sekitar 1,833 juta. Angka-angka ini mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap relatif stabil, dengan perusahaan masih cenderung menahan pekerja (low-fire).
Sejalan dengan data yang cukup tangguh, pasar uang mulai mengurangi agresivitas proyeksi pemangkasan suku bunga The Fed. Instrumen derivatif suku bunga menunjukkan peluang pemangkasan 25 bps pada Juni berada di kisaran 50%—terendah sepanjang tahun ini—sementara probabilitas pemangkasan “ketiga” hingga akhir tahun kian menipis.
Secara keseluruhan, dolar bertahan karena kombinasi data tenaga kerja yang solid dan ekspektasi cut yang menyusut, namun ruang penguatan masih dibatasi oleh ketidakpastian headline—terutama arah tarif lanjutan dan perkembangan risiko geopolitik.(yds)
Sumber: Newsmaker.id