• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 February 2026 16:39  |

USD Stabil, Risiko Tarif & Geneva Jadi Penentu

Dolar AS bergerak stabil pada Kamis setelah sempat melemah, seiring sentimen risiko membaik usai laporan kinerja Nvidia yang solid. Pada 03:00 ET (08:00 GMT), Dollar Index (DXY) tercatat naik tipis ke sekitar 97,650, meski secara mingguan masih mengarah pada penurunan sekitar 0,2%.

Dorongan awal datang dari Nvidia yang melaporkan penjualan kuartal Januari melampaui ekspektasi dan memberikan proyeksi pendapatan kuartal berjalan di atas perkiraan pasar. Dampaknya, permintaan terhadap aset safe haven—termasuk dolar—sedikit mereda karena risk appetite membaik, walau respons pasar global tetap terukur.

Namun fokus utama pelaku pasar kini beralih ke arah kebijakan tarif AS pasca putusan Mahkamah Agung (20 Februari) yang menggugurkan “emergency tariffs” Trump. USTR Jamieson Greer menyebut tarif untuk sejumlah negara berpotensi naik ke 15% atau lebih dari tarif global 10% yang baru diberlakukan, meski detail negara/mitra dagang belum diungkap. Ketidakjelasan ini menjaga volatilitas USD tetap hidup.

Di sisi geopolitik, pasar juga mencermati pertemuan pejabat AS–Iran di Jenewa yang berfokus pada negosiasi nuklir. Potensi eskalasi tetap menjadi “wild card” utama: jika tensi meningkat, dolar berpeluang kembali mendapat dorongan broad-based sebagai safe haven, terutama karena kalender data AS relatif sepi.

Di Eropa, EUR/USD terkoreksi tipis ke sekitar 1,1798, sementara pasar menimbang rilis keyakinan konsumen dan inflasi—yang dinilai belum cukup untuk mengubah ekspektasi bahwa ECB cenderung bertahan dengan sikap kebijakan saat ini. Di Inggris, GBP/USD melemah ke 1,3523 meski survei CBI menunjukkan sentimen jasa membaik, mengindikasikan sterling masih sulit memimpin tanpa katalis yang lebih kuat.

Di Asia, USD/JPY turun ke sekitar 156,01 setelah Gubernur BOJ Kazuo Ueda menegaskan bank sentral akan mencermati data pada rapat Maret (18–19) dan April (27–28), membuka peluang kenaikan suku bunga bila tren inflasi dan upah tetap kuat—mendukung penguatan yen.

Sementara itu, USD/CNY melemah ke sekitar 6,8392 (mendekati level terkuat multi-bulan bagi yuan) menjelang pertemuan tahunan National People’s Congress yang memicu spekulasi dukungan kebijakan dan sinyal stimulus. Di Antipodean, AUD/USD turun tipis ke 0,7114 dan NZD/USD ke 0,5988, mengikuti nada pasar yang masih menunggu kepastian headline tarif AS.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai