DXY Stabil, Cari Langkah baru?
Indeks Dolar AS (DXY) masih nangkring di area 97-an jelang sesi Eropa hari ini, dengan sentimen USD cenderung “nahan napas” karena pasar lagi campur-aduk antara risk-off (safe haven) dan kekhawatiran soal arah kebijakan dagang AS yang berubah-ubah.
Pemicu utamanya tetap tarif: pasca putusan Mahkamah Agung yang membatasi sebagian skema tarif besar, Gedung Putih pindah jalur pakai Section 122 (surcharge impor) yang berlaku 150 hari mulai 24 Feb 2026—dan pasar masih nge-price in potensi rate bisa digeser ke 15%. Ketidakpastian “10% vs 15% dan sampai kapan” bikin USD susah dapet arah yang mulus.
Di sisi geopolitik, mood market juga ketahan karena putaran ketiga perundingan nuklir AS–Iran di Jenewa hari ini. Kalau headline-nya mengarah ke tensi naik, USD bisa dapet dorongan safe-haven; tapi kalau risk-off lebih condong ke emas/commodities, DXY bisa ketahan di bawah.
Agenda data yang bisa “nyentak” DXY jelang/selama sesi Eropa adalah weekly jobless claims AS. Data tenaga kerja yang lebih lemah dari ekspektasi biasanya bikin USD melemah karena pasar makin pede soal peluang pelonggaran kebijakan; sebaliknya angka lebih kuat bisa ngangkat DXY dari area 97-an.
Terakhir, komentar pejabat The Fed masih jadi rem sekaligus gas: beberapa pejabat menegaskan inflasi masih PR besar (tone hati-hati), tapi pasar tetap menimbang ruang pemangkasan suku bunga ke depan—hasilnya, USD sering bergerak “kecil-kecil” sambil nunggu konfirmasi data.(alg)
Sumber: Newsmaker.id