DXY Naik Dekat 98, Tarif & The Fed Jadi Fokus
Indeks Dolar AS (DXY) berbalik menguat setelah dua hari melemah dan bergerak di sekitar 97,80 pada sesi Asia Selasa, dengan peluang menguji area 98,00. Pasar menanti data tenaga kerja seperti ADP Employment Change dan komentar pejabat The Fed sebagai pemicu arah berikutnya.
Meski menguat tipis, dolar masih dibayangi risiko “trade uncertainty”. Pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan mempertimbangkan tarif keamanan nasional untuk sekitar enam industri lewat Section 232 (terpisah dari tarif global 15%). Isu ini memicu reaksi dari mitra dagang: Uni Eropa memberi sinyal dapat menahan ratifikasi deal dagang dengan AS, sementara pertemuan dagang India–AS untuk menyelesaikan pakta interim juga ditunda. Pasar juga meragukan umur kebijakan karena kemungkinan sulit diperpanjang melewati batas 150 hari.
Dari sisi moneter, Gubernur The Fed Christopher Waller menegaskan dukungannya terhadap potensi pemangkasan suku bunga pada rapat Maret akan sangat bergantung pada data pasar tenaga kerja Februari. Saat ini pasar swap hanya memberi peluang kecil (sekitar 5%) untuk pemangkasan 25 bps pada Maret, menandakan The Fed masih cenderung “tunggu kepastian data”.
Ke depan, dolar berpotensi mendapat tekanan tambahan jika ekspektasi pasar soal pemangkasan suku bunga AS di 2026 tetap terbentuk (sekitar 50 bps), sementara BoJ diproyeksikan masih bisa menaikkan suku bunga dan ECB diperkirakan menahan kebijakan. Kombinasi diferensial suku bunga dan ketidakpastian tarif membuat penguatan DXY rentan tidak stabil dan mudah berbalik jika sentimen risiko kembali memburuk.(asd)
Sumber: Newsmaker.id