• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 February 2026 16:36  |

Dolar Melemah, Euro & Pound Menguat di Tengah Ketidakpastian Tarif

Dolar AS melemah pada Senin (23/2) seiring pasar kembali dihantui ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Donald Trump, sambil menunggu perkembangan pembicaraan nuklir AS–Iran pekan ini. Dollar Index turun sekitar 0,3% ke 97,487 pada 09:15 GMT, setelah pekan lalu sempat mencatat kenaikan mingguan sekitar 1%—terkuat dalam lebih dari empat bulan.

Tekanan muncul setelah Mahkamah Agung AS menyatakan tarif besar-besaran Trump melampaui kewenangannya. Sebagai respons, Trump meluncurkan tarif “payung” 15% untuk impor dan memicu evaluasi ulang banyak kesepakatan dagang. Sejumlah analis menilai skema baru ini bisa mengubah peta keuntungan tarif: beberapa negara bisa mendapat tarif lebih rendah, namun negara yang sebelumnya punya “deal 10%” dapat kehilangan keunggulan. Tambahan ketidakpastian datang dari durasi tarif pengganti yang disebut berlaku 150 hari dan belum jelas apakah importir berhak atas refund bea yang sudah dibayar—situasi yang berpotensi memicu litigasi panjang.

Selain isu dagang, pasar juga memantau peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah, di tengah tekanan terhadap Iran terkait program nuklir. Fakta bahwa AS tidak melakukan serangan akhir pekan ini ikut menurunkan sebagian premi risiko, namun arah kebijakan tarif dan implikasinya ke ekonomi AS dinilai tetap menjadi beban utama bagi dolar.

Di Eropa, pasangan EUR/USD naik sekitar 0,3% ke 1,1811, ditopang pelemahan dolar serta meningkatnya kepercayaan pada ekonomi kawasan. Data menunjukkan aktivitas bisnis zona euro menguat dan manufaktur kembali ekspansif untuk pertama kali sejak Oktober, ditambah sentimen Jerman membaik setelah indeks iklim bisnis Ifo naik ke 88,6 dari 87,6.

Pound sterling juga menguat, dengan pasangan GBP/USD naik 0,2% ke 1,3514 jelang sejumlah agenda risiko minggu ini, termasuk testimoni Gubernur BoE Andrew Bailey dan pemilihan sela Inggris.

Sementara di Asia, pasangan USD/JPY turun 0,3% ke 154,63 karena yen mendapat dukungan status safe haven, meski perdagangan tipis akibat libur di Jepang. USD/CNY relatif stabil di 6,9087, dengan pasar China masih tutup untuk perayaan Tahun Baru.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai