USD Menguat Tipis Jelang Sejumalah Data, Pound Tertekan
Dolar AS menguat tipis pada Selasa (17/2) seiring kembalinya investor AS usai libur, sementara sebagian besar Asia masih sepi karena libur. Dollar Index (DXY) naik 0,2% ke 97,010, melanjutkan kenaikan 0,2% pada sesi sebelumnya, di tengah perdagangan yang kembali “normal” setelah jeda Hari George Washington.
Penguatan dolar dinilai muncul di hari yang relatif tenang, dengan pelaku pasar mulai merapikan posisi jelang rentetan rilis penting. Fokus terbesar mengarah ke risalah rapat The Fed (Rabu), yang menyusul keputusan bank sentral menahan suku bunga dan menegaskan risiko inflasi serta pasar tenaga kerja masih perlu dipantau, apalagi data payrolls dan inflasi terbaru memberi sinyal yang campuran.
Hari ini, pasar juga menunggu indikator yang bisa memantik volatilitas intraday: ADP payrolls dan Empire State Manufacturing Index. Setelah itu, perhatian utama pekan ini berlanjut ke data PCE pada Jumat—indikator inflasi favorit The Fed yang sering jadi rujukan pasar untuk membaca arah suku bunga jangka menengah.
Di Eropa, sterling melemah, dengan GBP/USD turun 0,3% ke 1,3594 setelah data menunjukkan pelemahan lanjutan pasar tenaga kerja Inggris. Tingkat pengangguran naik ke 5,2% (tiga bulan sampai Desember) dari 5,1%, sementara pertumbuhan upah (di luar bonus) melambat ke 4,2% dari 4,5%. Kombinasi ini memperkuat spekulasi ruang pemangkasan suku bunga Bank of England semakin terbuka jika tren berlanjut.
Sementara itu, EUR/USD turun tipis ke 1,1846 jelang rilis indeks sentimen ZEW Jerman, yang diperkirakan membaik. Namun pasar masih menilai dolar punya ruang pulih dalam jangka pendek jika rangkaian data AS mendukung, sehingga euro berpotensi kembali “dites” di area psikologis bawah.
Di Asia, USD/JPY turun 0,3% ke 152,94 seiring yen sedikit pulih setelah terpukul data PDB Jepang kuartal IV yang lemah. Yen juga mendapat dukungan dari spekulasi BoJ bisa menaikkan suku bunga secepat April.
Di tempat lain, USD/CNY relatif stabil di 6,9087 dalam kondisi pasar China masih libur, sedangkan AUD/USD melemah tipis ke 0,7068 setelah risalah RBA menunjukkan bank sentral belum berkomitmen untuk pengetatan lanjutan—meski tetap waspada terhadap inflasi yang lengket.(yds)
Sumber: Newsmaker.id