Likuiditas Tipis, Dolar Pegang Posisi
Di sesi Asia hari ini, indeks dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 97,12, melanjutkan bias menguat tipis di tengah perdagangan yang sepi.
Pergerakan terbatas ini terjadi karena likuiditas menipis: sebagian pasar Asia masih libur Tahun Baru Imlek, sementara pasar AS baru kembali setelah libur Hari Presiden.
Dari sisi fundamental, dolar masih ditopang “postur defensif” investor setelah rilis inflasi AS yang lebih lembut, yang membuat pasar semakin percaya The Fed punya ruang memangkas suku bunga. Namun, penguatan dolar juga tidak agresif karena ekspektasi pemangkasan mulai berkurang hingga pertengahan tahun.
Fokus pasar pekan ini mengarah ke dua katalis utama: risalah rapat FOMC yang rilis 18 Februari dan data pertumbuhan AS (GDP) yang bisa memberi petunjuk seberapa cepat pelonggaran kebijakan terjadi.
Di pasar utama, euro turun tipis, pound melemah, sementara yen sempat pulih setelah data PDB Jepang yang lemah memicu spekulasi stimulus tambahan. Aussie juga cenderung stres setelah risalah RBA yang bernada hati-hati.
Selanjutnya, volatilitas berpotensi meningkat saat data agenda semakin padat termasuk rilis inflasi dari beberapa negara dan rangkaian sinyal pejabat bank sentral yang dapat mengubah posisi pasar terhadap jalur suku bunga dan arah dolar. (Asd)
Sumber : Newsmaker.id