Dolar Stabil: Data Kuat vs Tekanan Politik
Dolar AS bergerak stabil pada Kamis (12/2), setelah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang lebih kuat dari perkiraan mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Indeks dolar (DXY) terpantau berada di area 96,6–96,9 dengan penguatan tipis sekitar +0,1% pada sesi awal, mencerminkan respons pasar yang mulai “mengunci” skenario suku bunga lebih tinggi untuk lebih lama.
Namun, ruang penguatan dolar terlihat terbatas karena faktor politik kembali masuk ke meja. Pernyataan Presiden Donald Trump yang mendorong suku bunga lebih rendah memberi sinyal bahwa tekanan terhadap arah kebijakan biaya pinjaman belum selesai, meskipun data ketenagakerjaan membaik. Kondisi ini membuat pasar valas menilai bahwa tema “suku bunga ditahan” masih kuat, tetapi narasi “dorongan pelonggaran” bisa tetap hidup lewat jalur politik dan ekspektasi pasar.
Selanjutnya, fokus pelaku pasar bergeser ke data inflasi (CPI) dan rangkaian komentar pejabat bank sentral untuk menguji apakah The Fed punya alasan kuat untuk menahan suku bunga lebih lama — atau justru membuka ruang pelonggaran di paruh kedua tahun ini. Selama data harga belum turun meyakinkan, dolar berpotensi tetap bertahan, tetapi volatilitas bisa meningkat jika sinyal kebijakan berubah atau tensi politik kembali memanas. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id