Dolar Tertekan saat Ancaman Tarif Trump Dorong Investor ke Safe Haven
Dolar melemah pada hari Senin (19/1), setelah investor berbondong-bondong masuk ke aset aman seperti franc Swiss, menyusul ancaman tarif terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa terkait Greenland yang memicu pergerakan pasar menjadi lebih menghindari risiko (risk-averse).
Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa ia akan memberlakukan tarif impor tambahan 10% mulai 1 Februari untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, sampai Amerika Serikat diizinkan untuk membeli Greenland.
Para pemimpin Eropa pun berupaya keras mencegah perang dagang. Pada hari Minggu, mereka sepakat untuk meningkatkan upaya membujuk Trump agar tidak menerapkan tarif, sekaligus menyiapkan langkah balasan apabila bea masuk tersebut benar-benar diberlakukan.
Setelah sempat turun sebentar pada perdagangan semalam, mata uang Eropa termasuk euro, pound, dan mata uang negara-negara Skandinavia kembali menguat. Franc Swiss, yang dikenal sebagai safe haven klasik, bergerak menuju kenaikan harian terbesar terhadap dolar dalam satu bulan.
EURO DIUNTUNGKAN DARI KEENGGANAN TERHADAP DOLAR
Euro naik 0,3% ke $1,163 sekitar tengah hari waktu Eropa, sementara pound naik 0,27% ke $1,3415.
Investor sempat “membuang” dolar setelah Trump mengumumkan tarif besar-besaran terhadap dunia pada April lalu, yang memicu krisis kepercayaan terhadap aset-aset AS.
Meski pada hari Senin terlihat ada arus modal yang keluar dari dolar—terutama tercermin dari penguatan franc Swiss—para analis mengatakan bahwa jika ketegangan meningkat lebih jauh, investor bisa saja kembali berbondong-bondong ke mata uang AS.
YEN MASIH DI ZONA RAWAN INTERVENSI
Dolar turun 0,5% pada hari itu menjadi 0,7984 franc Swiss, dan sedikit melemah terhadap yen Jepang, safe haven non-AS lainnya, ke sekitar 158 yen.
Politik domestik Jepang menghambat penguatan yen dalam beberapa pekan terakhir, karena peluang pemilu dadakan meningkatkan ekspektasi stimulus fiskal yang lebih besar. Dengan yen diperdagangkan di sekitar level terlemah sejak pertengahan 2024, risiko intervensi resmi dinilai tinggi—terutama setelah peringatan verbal dari Tokyo dalam beberapa minggu terakhir.
Aset kripto, yang sering dianggap sebagai barometer sentimen risiko investor, ikut jatuh. Bitcoin turun 2,5% ke $93.011, sementara ether turun 3,5% ke $3.223.(yds)
Sumber: Reuters.com