• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

19 January 2026 22:03  |

Dolar Tertekan saat Ancaman Tarif Trump Dorong Investor ke Safe Haven

Dolar melemah pada hari Senin (19/1), setelah investor berbondong-bondong masuk ke aset aman seperti franc Swiss, menyusul ancaman tarif terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa terkait Greenland yang memicu pergerakan pasar menjadi lebih menghindari risiko (risk-averse).

Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa ia akan memberlakukan tarif impor tambahan 10% mulai 1 Februari untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, sampai Amerika Serikat diizinkan untuk membeli Greenland.

Para pemimpin Eropa pun berupaya keras mencegah perang dagang. Pada hari Minggu, mereka sepakat untuk meningkatkan upaya membujuk Trump agar tidak menerapkan tarif, sekaligus menyiapkan langkah balasan apabila bea masuk tersebut benar-benar diberlakukan.

Setelah sempat turun sebentar pada perdagangan semalam, mata uang Eropa termasuk euro, pound, dan mata uang negara-negara Skandinavia kembali menguat. Franc Swiss, yang dikenal sebagai safe haven klasik, bergerak menuju kenaikan harian terbesar terhadap dolar dalam satu bulan.

EURO DIUNTUNGKAN DARI KEENGGANAN TERHADAP DOLAR

Euro naik 0,3% ke $1,163 sekitar tengah hari waktu Eropa, sementara pound naik 0,27% ke $1,3415.

Investor sempat “membuang” dolar setelah Trump mengumumkan tarif besar-besaran terhadap dunia pada April lalu, yang memicu krisis kepercayaan terhadap aset-aset AS.

Meski pada hari Senin terlihat ada arus modal yang keluar dari dolar—terutama tercermin dari penguatan franc Swiss—para analis mengatakan bahwa jika ketegangan meningkat lebih jauh, investor bisa saja kembali berbondong-bondong ke mata uang AS.

YEN MASIH DI ZONA RAWAN INTERVENSI

Dolar turun 0,5% pada hari itu menjadi 0,7984 franc Swiss, dan sedikit melemah terhadap yen Jepang, safe haven non-AS lainnya, ke sekitar 158 yen.

Politik domestik Jepang menghambat penguatan yen dalam beberapa pekan terakhir, karena peluang pemilu dadakan meningkatkan ekspektasi stimulus fiskal yang lebih besar. Dengan yen diperdagangkan di sekitar level terlemah sejak pertengahan 2024, risiko intervensi resmi dinilai tinggi—terutama setelah peringatan verbal dari Tokyo dalam beberapa minggu terakhir.

Aset kripto, yang sering dianggap sebagai barometer sentimen risiko investor, ikut jatuh. Bitcoin turun 2,5% ke $93.011, sementara ether turun 3,5% ke $3.223.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai