Pound Loyo di Awal Pekan, Krisis Hormuz Angkat Dolar!
Pound sterling melemah lebih jauh pada Senin (20/04), turun ke sekitar US$1,3503. Tekanan ini utamanya disorong dari penguatan dolar AS, seiring investor beralih ke aset safe haven setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.
Sementara itu, sentimen risk-off menguat setelah Angkatan Laut AS menyita kapal berbendera Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menembaki kapal-kapal dan kembali menutup Selat Hormuz. Lonjakan ketegangan ini mendorong harga minyak dan gas naik tajam, sekaligus membalikkan harapan pasar atas normalisasi jalur perdagangan energi.
Di sisi pasar energi, kontrak berjangka Brent dan WTI melonjak sekitar 6%, menghapus sebagian besar penurunan pada Jumat. Kenaikan minyak cenderung memperkuat tekanan inflasi, yang pada gilirannya ikut memengaruhi ekspektasi suku bunga di Inggris.
Pelaku pasar menambah sekitar enam basis poin pada ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England tahun ini, meski hanya satu kenaikan masih sepenuhnya dipricing. Di luar faktor global, ketidakpastian politik juga membebani sterling, seiring sorotan terhadap penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar AS oleh Perdana Menteri Keir Starmer, yang dijadwalkan memberi pernyataan di parlemen dan disusul keterangan lanjutan dari pejabat terkait proses vetting. (asd)
Sumber: Newsmaker.id