• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

15 October 2025 21:22  |

Rekor di Depan Mata: Perak Siap Tembus?

Perak naik di atas $52/oz pada Rabu (15/10), menempel rekor sesi sebelumnya. Krisis pasokan global—paling parah di London—memicu short squeeze yang sempat mengangkat lease rate di atas 30% pada Jumat, bikin rollover posisi short kian mahal. Permintaan India menambah tekanan; beberapa manajer investasi membatasi/menangguhkan arus masuk ke produk ETF perak untuk meredam risiko likuiditas.

Nada dovish Jerome Powell (tenaga kerja melemah) menguatkan taruhan rate cut AS, menekan imbal hasil dan mengerek selera logam aman. Di sisi geopolitik, tensi bertambah setelah Donald Trump mengancam embargo “minyak goreng” ke Beijing—headline risk yang menjaga bid safe haven tetap hidup.

Selama likuiditas fisik masih tertahan dan ekspektasi pemangkasan suku bunga bertahan, bias perak tetap bullish meski volatil. Pantau: normalisasi spread spot–futures London–NY, update permintaan fisik India, serta sinyal The Fed berikutnya. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

SILVER

Setelah Tergelincir, Perak Kembali Bersinar di $36

Harga perak (XAG/USD) memangkas kerugian intraday-nya, diperdagangkan sekitar $36,10 per troy ounce selama jam Asia pada hari...

24 June 2025 10:24
SILVER

Konflik Meningkat, Tapi Perak Malah Melemah Kenapa?

Harga Perak (XAG/USD) bergerak turun ke sekitar $36,20 selama jam perdagangan Asia pada hari Senin. Pemulihan Greenback membe...

16 June 2025 11:14
SILVER

Dolar Turun ke Titik Terendah Baru Tahun Ini karena Kisah Ta...

Dolar turun untuk hari kelima karena para pedagang mengabaikan penangguhan tarif elektronik tertentu dan setelah Presiden Don...

14 April 2025 12:14
SILVER

Pasar Heboh! Perak Naik Tajam, Stok Fisik Mulai Langka

Harga perak terus melonjak dan kini diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Kenaikan ini didorong o...

14 July 2025 15:11
BIAS23.com NM23 Ai