Sinyal Dovish & Krisis Pasokan Jaga Reli Perak
Harga perak bertahan di atas $52/oz pada hari Rabu (15/10), masih dekat rekor yang dicapai sehari sebelumnya setelah reli spektakuler menembus $53/oz. Kenaikan didorong kombinasi permintaan aset aman, gangguan pasokan fisik, dan harapan pemangkasan suku bunga AS lebih lanjut—membuat logam mulia kian menarik di tengah gejolak pasar. Rekor terbaru ini menandai pertama kalinya perak memecah puncak era 1980, sebelum terkoreksi ringan namun tetap di kisaran tinggi historis
Di London, ketatnya likuiditas fisik memicu short squeeze dan lonjakan lease rate, memaksa pelaku short menutup posisi dan memperlebar selisih spot–futures; belakangan gap mulai menyempit, tetapi tensi pasokan belum reda. Di India, lonjakan premi domestik dan kelangkaan fisik mendorong sejumlah manajer investasi menghentikan sementara subscription ke produk Silver ETF FoF guna melindungi investor dari harga yang terlalu tinggi—indikasi kuat bahwa pasar fisik masih seret.
Dari sisi makro, komentar Jerome Powell baru-baru ini yang menyoroti pelemahan pasar tenaga kerja menguatkan taruhan rate cut The Fed—biasanya menekan imbal hasil dan mendukung logam mulia. Di saat yang sama, pelaku pasar menunggu hasil penyelidikan Section 232 AS atas impor mineral krusial (termasuk perak), yang dapat memunculkan risiko kebijakan seperti tarif dan memperketat pasokan. Implikasinya: volatilitas tetap tinggi, dengan bias positif selama likuiditas fisik belum pulih dan arah kebijakan moneter AS condong longgar. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id