Tarif Trump Panaskan Pasar, Perak Meroket
Harga perak spot (XAG/USD) kembali mencetak rekor tertinggi pada Senin (19/1), menembus area $94/ons seiring derasnya arus dana ke aset safe-haven setelah eskalasi ancaman tarif Presiden AS Donald Trump terhadap sejumlah negara Eropa terkait isu Greenland memicu kekhawatiran perang dagang. Perak sempat menyentuh puncak sekitar $94,08–$94,16/ons sebelum bertahan di kisaran $93,5–$94/ons, menandai kelanjutan reli tajam yang membuat logam mulia ini jadi salah satu aset paling “panas” di awal pekan.
Sentimen pasar memburuk setelah Trump menghidupkan kembali narasi tarif terhadap beberapa negara Eropa, yang dinilai berisiko menekan perdagangan global dan memperbesar volatilitas. Situasi ini mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko dan kembali memburu instrumen defensif, sementara dolar cenderung melemah. Kombinasi risk-off dan tekanan pada greenback membuat logam mulia lebih menarik, karena harga komoditas berbasis dolar menjadi relatif lebih murah bagi pembeli di luar AS.
Di luar faktor geopolitik, perak juga ditopang peran gandanya sebagai aset lindung nilai sekaligus logam industri, sehingga permintaannya tidak hanya bergantung pada arus safe-haven. Kebutuhan sektor industri—mulai dari elektronik hingga rantai pasok energi—membuat fundamental permintaan tetap solid, sementara pasar terus mencermati perkembangan lanjutan isu tarif Greenland yang berpotensi menjadi katalis volatilitas baru untuk pergerakan perak dalam jangka pendek. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id