Minyak Berayun, Stok Campur
Harga minyak bergerak naik-turun saat pasar menimbang prospek pasokan yang makin bearish dengan kabar perundingan damai Ukraina yang tak kunjung maju. WTI kontrak Oktober sempat naik tipis ke sekitar $63/barel, masih dekat level terendah dua bulan. Sepekan terakhir, WTI terkunci di rentang sempit $62–$65 di tengah volume perdagangan yang tipis dan volatilitas akibat kadaluarsa kontrak sebelumnya.
Laporan persediaan AS juga memberi sinyal campuran: penurunan total stok terbesar sejak pertengahan Juni, namun Cushing, Oklahoma mencatat kenaikan untuk pekan ke-7 beruntun seiring lonjakan suplai dari Permian Basin. Di sisi permintaan, stok bensin turun lima pekan beruntun dan permintaan avtur tetap kuat—mengingatkan bahwa persediaan global masih relatif rendah meski banyak trader memperkirakan surplus di akhir tahun.
Dari sisi geopolitik, investor memantau peluang gencatan senjata Rusia–Ukraina setelah serangkaian pertemuan tingkat tinggi yang difasilitasi AS. Moskwa belum memberi komitmen atas rencana pertemuan puncak Putin–Zelenskiy, sehingga timeline damai belum jelas. Kesepakatan damai berpotensi mengurangi pembatasan ekspor minyak Rusia, meski sejauh ini arus ekspor Rusia tetap tinggi kendati sanksi.
Secara makro, harga minyak turun >10% sepanjang tahun ini di tengah kekhawatiran tarif AS menekan pertumbuhan global, sementara OPEC+ mengembalikan produksi yang sebelumnya dipangkas. Likuiditas musim panas yang tipis membuat harga “terkunci” di kisaran. Terbaru, WTI Oktober +0,4% ke $62,93, sedangkan Brent Oktober +0,4% ke $67,10. Brent di perdagangkan di level $67.15 / Barell.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id