Minyak Naik, Apa Pemicunya?
Harga minyak melanjutkan kenaikan pada Kamis (21/08), didorong tanda-tanda permintaan yang kuat di Amerika Serikat. Ketidakpastian seputar upaya mengakhiri perang di Ukraina juga ikut menopang sentimen beli, sehingga menjaga harga mendekati level tertinggi dua pekan.
Pada 08:17 GMT, Brent berada di sekitar $67,30/barel (+0,7%) dan WTI di $63,21/barel (+0,8%). Keduanya sudah naik lebih dari 1% pada sesi sebelumnya, menandakan minat beli yang berlanjut setelah reli awal minggu.
Dari sisi geopolitik, Rusia menilai upaya menyelesaikan isu keamanan terkait Ukraina tanpa melibatkan Moskow adalah “jalan buntu”. Di saat yang sama, muncul kembali kekhawatiran sanksi yang lebih ketat terhadap Rusia. Rusia juga menyatakan tetap akan memasok minyak ke India, sementara AS mengumumkan tarif tambahan 25% untuk barang India mulai 27 Agustus terkait pembelian minyak Rusia.
Faktor fundamental AS turut mendukung. Data EIA menunjukkan stok minyak mentah AS turun 6 juta barel menjadi 420,7 juta barel, jauh lebih dalam dari perkiraan penurunan 1,8 juta barel. Sejumlah analis menilai sinyal permintaan yang kuat ini memperkuat rebound harga, dengan sebagian melihat area $65/barel sebagai lantai harga Brent dalam waktu dekat.
Poin Penting:
Brent $67,30 (+0,7%), WTI $63,21 (+0,8%); keduanya naik >1% di sesi sebelumnya.
Permintaan AS kuat: persediaan turun 6 juta barel vs ekspektasi -1,8 juta (EIA).
Risiko geopolitik: ketidakpastian Ukraina & potensi sanksi Rusia menopang harga.
Rusia tetap suplai ke India; kebijakan tarif AS menambah ketidakpastian pasar.
Sejumlah analis melihat $65 sebagai area penopang (floor) Brent dalam jangka dekat.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id