• Thu, Jan 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

22 January 2026 15:31  |

Minyak Turun Ditengah Prospek Pasokan dan Peningkatan Stok AS

Harga minyak turun tipis pada Kamis (22/1) setelah menguat di dua sesi sebelumnya, seiring investor menimbang ulang arah pasokan–permintaan. Beban tambahan datang dari laporan yang menunjukkan stok minyak mentah dan bensin AS naik pekan lalu, membuat ruang kenaikan harga jadi lebih sempit.

Pada pukul 07.49 GMT, Brent turun 28 sen (0,43%) ke $64,96/barel, sementara WTI kontrak Maret turun 19 sen (0,31%) ke $60,43/barel. Sebelumnya, harga sempat terangkat setelah Kazakhstan menghentikan produksi di ladang Tengiz dan Korolev akibat gangguan distribusi listrik.

Sentimen juga dipengaruhi drama geopolitik. Trump meredakan nada soal Greenland—menegaskan tidak akan memakai kekuatan dan menarik ancaman tarif ke Eropa. Pasar menilai tensi dagang AS–Eropa yang mendingin itu positif untuk ekonomi global dan permintaan minyak. Namun di sisi lain, risiko Iran belum benar-benar hilang: Trump berharap tidak ada aksi militer lanjutan, tapi menegaskan AS akan bertindak bila Teheran melanjutkan program nuklir.

Di tengah meredanya isu Greenland dan peluang eskalasi Iran yang mengecil, sebagian analis menilai minyak berpotensi bertahan di sekitar $60/barel. Trump juga menyinggung peluang “cukup dekat” menuju kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina. Jika perang berakhir, sanksi AS terhadap Rusia bisa dilonggarkan, pasokan global bisa lebih lega, dan itu berpotensi menekan harga.

Dari sisi fundamental, IEA menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2026, yang berarti surplus pasokan tahun ini diperkirakan sedikit menyempit—meski pasar tetap rentan jika suplai terus longgar. Kunci lain ada di data persediaan AS: sumber pasar mengutip API bahwa stok minyak mentah naik 3,04 juta barel dan stok bensin naik 6,21 juta barel, sementara distillate turun tipis.

Intinya: kenaikan stok dan kekhawatiran pasar yang masih “kebanyakan suplai” jadi rem utama. Selama persediaan AS terus tebal dan suplai global longgar, reli minyak cenderung cepat mentok—meski headline geopolitik masih bisa bikin harga berayun sewaktu-waktu.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai