Minyak Ngerem, Jeda Sebelum Jatuh?
Harga minyak bergerak datar setelah dua hari turun. Brent bertahan di atas $63 dan WTI di bawah $60. Pasar menimbang dua kabar utama: Saudi Aramco memangkas harga jual resmi ke Asia (sesuai ekspektasi), sementara EIA mencatat stok minyak mentah AS naik tajam pada pekan yang berakhir 31 Oktober. Kombinasi ini membuat pelaku pasar berhati-hati menilai arah berikutnya.
Secara fundamental, kekhawatiran kelebihan pasokan masih dominan. Produksi OPEC+ dan negara non-anggota yang meningkat menekan harga, meski ada risiko pasokan dari sanksi AS ke dua produsen besar Rusia dan serangan ke infrastruktur energi. Sejumlah pelaku besar memperkirakan surplus pasokan bisa melebar tahun depan, sementara pemotongan harga Saudi dibaca sebagai langkah merebut pangsa pasar, bukan sinyal pengetatan suplai.
Namun, tidak semua sinyal bearish. Stok bensin AS turun mendekati level terendah tiga tahun, menahan tekanan turun dan menunjukkan permintaan hilir yang masih tangguh. Untuk jangka pendek, harga berpotensi tetap range-bound: pasar menimbang dampak diskon Saudi, arah dolar AS, serta data permintaan berikutnya untuk memastikan apakah stabilisasi ini awal rebound atau hanya jeda sebelum lanjut melemah. (az)
Sumber: Newsmaker.id