Emas Turun Terkait Penguatan Dolar, Profit Taking; Fokus Data AS
Harga emas mengakhiri reli empat sesinya dan diperdagangkan lebih rendah pada hari Senin (2/12), yang tertekan oleh penguatan dolar serta aksi profit taking, sementara investor menunggu data ekonomi utama AS sebagai isyarat mengenai prospek kebijakan moneter Federal Reserve.
Harga emas spot turun 1,1% menjadi $2.625,69 per ons, pada pukul 05.39 GMT. Harga emas berjangka AS turun 1,2% menjadi $2.648,40.
Sementara kata ahli strategi pasar IG Yeap Jun Rong "logam kuning telah menghadapi aksi profit taking akhir-akhir ini karena pelaku pasar mengurangi sebagian premi risiko geopolitik, di samping penguatan dolar AS,".
Indeks dolar naik 0,5%, membuat emas batangan yang dihargakan dalam dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Pekan ini, data ekonomi utama AS akan dirilis yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter. Di antara laporan yang paling signifikan adalah lowongan pekerjaan AS, laporan ketenagakerjaan ADP, dan laporan penggajian nonpertanian. Selain poin-poin data ini, beberapa pejabat Federal Reserve, termasuk Ketua Fed Jerome Powell, dijadwalkan untuk berbicara.
Menurut FedWatch Tool milik CME Group, opens new tab, pasar saat ini melihat peluang 67,1% dari penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember.
Harga emas turun lebih dari 3% pada bulan November, menandai kinerja bulanan terburuk sejak September 2023, di tengah kekhawatiran bahwa tarif yang lebih tinggi di bawah pemerintahan Donald Trump yang akan datang dapat menyebabkan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka panjang.
Sementara Presiden terpilih AS Trump pada hari Sabtu menuntut agar negara-negara BRICS berkomitmen untuk tidak menciptakan mata uang baru atau mendukung mata uang lain yang akan menggantikan dolar AS atau menghadapi tarif100%.
Di antara logam lainnya, perak spot turun 1,6% menjadi $30,10 per ons, platinum turun 0,6% menjadi $939,90 dan paladium turun 1% menjadi $968,37.(yds)
Sumber: Reuters