• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 February 2026 15:25  |

Gold Bertahan di Atas, Tarif Trump & Iran Masih Jadi Pemicu

Harga emas (XAU/USD) bertahan dalam zona hijau pada paruh pertama sesi Eropa hari Kamis (26/2). Meski kenaikannya masih terbatas, bias pasar tetap condong positif karena aliran minat safe haven belum surut.

Sementara pelaku pasar kini menunggu konfirmasi penguatan yang lebih meyakinkan—khususnya jika harga mampu bertahan dan diterima di atas area $5.200—sebelum mengambil posisi baru yang lebih agresif.

Dukungan utama datang dari ketidakpastian kebijakan dagang Amerika Serikat. Setelah Mahkamah Agung memblokir banyak skema pajak impor luas yang sebelumnya didorong Presiden Donald Trump, Gedung Putih mengaktifkan Section 122 dalam Tariff Act 1974 untuk menerapkan tarif tambahan 10%. Trump kemudian menyebut tarif itu bisa dinaikkan menjadi 15%, sementara seorang pejabat Gedung Putih mengindikasikan administrasi masih mengupayakan kenaikan ke level tersebut. Ketidakpastian durasi serta arah kebijakan yang kerap berubah membuat investor tetap defensif—dan emas kembali diuntungkan.

Dari sisi geopolitik, pasar juga bersiap menghadapi putaran ketiga pembicaraan AS–Iran terkait sengketa nuklir. Negosiasi ini berlangsung di tengah meningkatnya risiko eskalasi, setelah adanya penumpukan besar kekuatan militer AS di Timur Tengah. Dalam pidato State of the Union pada Selasa, Trump kembali menegaskan posisi kerasnya terhadap Iran dan menyatakan tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir—sebuah pernyataan yang menjaga premi risiko tetap tinggi.

Faktor tambahan yang memperkuat emas adalah pelemahan moderat Dolar AS. Meski Federal Reserve masih bernada hawkish, pasar tetap mem-price-in peluang tiga kali pemangkasan suku bunga 25 bps. Di saat yang sama, kekhawatiran pembalasan tarif dan potensi gangguan rantai pasok global membuat dorongan beli USD tidak terlalu solid.

Kombinasi ketidakpastian tarif, tensi geopolitik jelang dialog AS–Iran, serta USD yang kurang bertenaga menjaga emas tetap ditopang. Namun, pasar menilai kelanjutan reli akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga menembus dan bertahan di atas $5.200, karena area ini masih dipandang sebagai titik validasi berikutnya untuk membuka ruang kenaikan lanjutan dalam jangka dekat.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai