Emas Naik Ada Bom Waktu Hari Ini
Emas (XAU/USD) kembali bergerak dengan bias positif di sesi Asia, mendekati area $5.200/oz, didorong kombinasi faktor “safe haven” yang lagi rame: dolar melemah, menghalangi tarif AS, dan ketegangan jelang geopolitik pertemuan AS–Iran.
Pendorong utama datang dari arus lindung nilai. Pasar masih waspada karena arah kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump terlihat mudah berubah, sehingga investor cenderung mencari aset aman—dan emas biasanya menjadi pilihan pertama saat sentimen risiko goyang.
Sumber kegelisahan tarif semakin nyata setelah keputusan Mahkamah Agung yang membatasi sebagian skema tarif besar, lalu Gedung Putih memberlakukan biaya tambahan impor sementara 10% selama 150 hari yang efektif 24 Februari 2026. Di saat yang sama, ada sinyal pemerintah masih mengupayakan tarif bisa naik ke 15%, bikin pasar sulit “pegang kepastian” soal aturan main.
Di sisi geopolitik, sentimen safe haven ikut menguat karena putaran ketiga perundingan nuklir AS–Iran berlangsung di Jenewa pada 26 Februari 2026, dengan bayang-bayang eskalasi risiko di Timur Tengah. Setiap indikasi negosiasi mandek atau tensi naik biasanya cepat diterjemahkan pasar sebagai alasan menambah posisi emas.
Dari sisi mata uang, pelemahan dolar memberi “karpet merah” buat emas karena membuat harga bullion relatif lebih murah bagi pembeli non-USD. Selain itu, meskipun The Fed terdengar hati-hati, pasar tetap melihat ruang pemangkasan suku bunga lanjutan tahun ini—yang umumnya mendukung aset non-yielding seperti emas.
Kesimpulannya, selama tarif masih terbit dan headline geopolitik masih panas, emas cenderung tetap mempertahankan investor sebagai pelindung portofolio. Arah berikutnya biasanya akan ditentukan oleh nada dari hasil perundingan di Jenewa dan data AS yang mempengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed.(asd)
Sumber: Newsmaker.id