Emas Menguat, Proyeksi JP Morgan Potensi Tembus $6300
Harga emas menguat pada Rabu (25/2), memantul pasca melemah pada sesi sebelumnya, seiring investor menilai dampak tarif impor baru AS dan menanti kelanjutan pembicaraan AS–Iran pekan ini.
Pada pukul 08:50 waktu AS, spot gold naik 0,8% ke $5.185,90/oz, sementara gold futures menguat 0,5% ke $5.203,62/oz. Sebelumnya, emas turun 1,6% pada Selasa setelah reli empat sesi beruntun.
Pergerakan emas masih dipengaruhi ketidakpastian kebijakan perdagangan AS. Pemerintah AS mulai memungut tarif impor global sementara 10% sejak Selasa, dan pemerintahan Trump disebut tengah menyiapkan langkah untuk menaikkannya menjadi 15%. Perubahan arah kebijakan tarif ini menambah ketidakpastian mengenai perdagangan global dan inflasi, terlebih setelah putusan Mahkamah Agung pekan lalu membatalkan sebagian tarif sebelumnya sehingga Washington menempuh jalur hukum alternatif untuk menerapkan bea masuk.
Faktor geopolitik turut menjaga permintaan safe haven, dengan AS–Iran dijadwalkan menggelar putaran ketiga pembicaraan pada Kamis di Jenewa terkait program nuklir Teheran. Pelemahan tipis dolar AS juga membantu emas, karena membuat logam mulia berbasis dolar lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri. Namun, ruang penguatan emas masih dibatasi ekspektasi suku bunga AS yang bertahan tinggi, setelah sejumlah pejabat The Fed memberi sinyal minim urgensi untuk mengubah kebijakan dalam waktu dekat.
Di sisi proyeksi, JP Morgan menilai permintaan dari bank sentral dan investor berpotensi mendorong emas menuju $6.300/oz pada akhir 2026, sekaligus menaikkan proyeksi harga jangka panjang menjadi $4.500/oz.
Sejalan dengan penguatan emas, perak naik lebih dari 3% ke sekitar $90,44/oz dan platinum melonjak sekitar 7% ke $2.340,10/oz. Tembaga juga menguat tipis, didukung indikasi pemulihan permintaan setelah partisipan China kembali aktif pasca libur Imlek.(yds)
Sumber: Newsmaker.id