Emas Stabil, Pasar Menimbang Faktor ini!
Harga emas bergerak stabil pada hari Rabu, ketika pelaku pasar menjelaskan terkait tarif impor AS serta mengecilnya peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Emas bertahan di sekitar $5.150 per ons, setelah sehari sebelumnya turun 1,6% yang memutus reli empat sesi berturut-turut.
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Fed Boston Susan Collins menyatakan suku bunga kemungkinan akan tetap tidak berubah “untuk beberapa waktu” seiring data terbaru menunjukkan perbaikan pada pasar tenaga kerja AS. Nada ini sejalan dengan risalah rapat The Fed bulan Januari yang mengindikasikan para pejabat bank sentral masih berhati-hati untuk memangkas suku bunga. Suku bunga yang tinggi biasanya menjadi hambatan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan hasil yang tidak seimbang.
Meski begitu, emas dinilai masih memiliki pijakan kuat di atas $5.000 per ons, setelah memulihkan lebih dari separuh penurunan yang terjadi dalam koreksi tajam di awal bulan. Dukungan datang dari kebijakan perdagangan AS dan risiko geopolitik di Timur Tengah, termasuk meningkatnya pengerahan militer AS dan agenda pembicaraan dengan Iran yang akan berlanjut pekan ini.
Di sisi perdagangan, tarif impor menyeluruh 10% yang diumumkan pemerintah Trump resmi berlaku sejak Selasa, setelah keputusan Mahkamah Agung membatalkan rezim tarif “resiprokal” sebelumnya. Trump sempat mengancam menaikkan tarif menjadi 15%, namun belum menerbitkan Arahan resmi. Pemerintah AS juga telah menyiapkan penyelidikan keamanan nasional atas sejumlah komoditas impor, yang berpotensi membuka pintu tarif tambahan. Di tengah itu, sebagian importir mulai mengajukan proses refund tarif, yang dinilai dapat berdampak pada defisit anggaran AS, dolar, dan pasar obligasi faktor yang ikut memperkuat minat terhadap aset keras seperti emas.(asd)
Sumber : Newsmaker.id