Emas Sentuh Tertinggi 3 Pekan, Tarif AS & Tensi Iran Dorong Safe Haven
Harga emas (XAU/USD) melonjak ke level tertinggi tiga minggu pada Senin (23/2), didorong pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian kebijakan dagang AS serta memanasnya tensi AS–Iran. Pada perdagangan terbaru, emas bergerak di sekitar $5.150/ons, naik hampir 1% dalam sehari.
Pemicu utamanya datang dari keputusan Mahkamah Agung AS yang membatasi penggunaan IEEPA untuk menerapkan tarif “resiprokal” berskala luas. Setelah putusan itu, Gedung Putih beralih ke landasan Section 122 Trade Act 1974 untuk menerapkan tarif datar sementara terhadap impor, yang ditetapkan mulai 24 Februari dan berlaku hingga 150 hari. Trump kemudian menaikkan tarif tersebut menjadi 15%.
Perubahan jalur hukum tarif ini menambah ketidakpastian perdagangan global sekaligus memunculkan pertanyaan soal kredibilitas kebijakan dan dampak fiskal (termasuk isu penghentian pemungutan tarif IEEPA oleh otoritas bea cukai). Kombinasi “aturan berubah cepat” dan ketidakjelasan teknis membuat investor memangkas eksposur ke aset AS dan menambah porsi lindung nilai lewat emas.
Dari sisi geopolitik, pasar juga memantau kebuntuan AS–Iran. Pembicaraan nuklir dijadwalkan berlanjut di Jenewa pada Kamis, dan setiap headline soal peluang deal atau risiko eskalasi bisa langsung menggerakkan pasar—membuat premi risiko geopolitik tetap tinggi dan menopang emas.
Dengan kalender data AS yang relatif tidak terlalu padat, pergerakan emas pekan ini cenderung sensitif pada perkembangan tarif, arah dolar, dan berita Timur Tengah. Namun secara lebih luas, ekspektasi bahwa suku bunga AS masih berpotensi turun tahun ini tetap menjadi faktor pendukung emas di jangka menengah, meski volatilitas jangka pendek diperkirakan tetap tinggi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id