Emas Tembus $5100, Tarif Trump & Lesunya Dolar Jadi Pemicu
Harga emas menguat dan bertahan di atas $5.100/oz pada Senin (23/2) karena dolar AS melemah dan ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Donald Trump kembali mengguncang pasar.
Pada awal perdagangan, kontrak berjangka emas di New York naik sekitar 1,5% ke $5.155,10 per troy ounce, sementara indeks dolar AS turun 0,3% ke 97,51, membuat emas lebih menarik bagi pembeli luar negeri.
Sentimen didorong pernyataan Trump yang akan menaikkan tarif impor global sementara menjadi 15% dari 10%, setelah Mahkamah Agung menyatakan sebagian besar rezim tarif sebelumnya tidak sah. Pelemahan dolar yang mengikuti perkembangan ini ikut mendorong minat investor pada logam mulia, karena emas cenderung menguat saat USD turun.
Analis menilai pasar juga mengantisipasi dampak lanjutan dari putusan pengadilan, termasuk kemungkinan pemerintah AS harus mengembalikan bea masuk yang sudah dibayarkan importir di bawah skema tarif yang dibatalkan. Prospek refund ini menambah ketidakpastian fiskal dan memperkuat alasan investor untuk berlindung di aset defensif.
Di luar faktor tarif, pasar juga tetap memantau perkembangan negosiasi AS–Iran yang belum jelas arahnya. Risiko geopolitik yang masih tinggi membuat permintaan safe haven bertahan, sehingga emas tetap mendapatkan dukungan meski pergerakan harian berpotensi volatil.(yds)
Sumber: Newsmaker.id