• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 February 2026 03:28  |

Emas Berkonsolidasi, Dua Faktor Ini Jadi Penentu

Harga emas berfluktuasi di sekitar $5.000 per ons pada hari Kamis (19/2) saat para pedagang menilai gejolak geopolitik terbaru dan langkah selanjutnya dari Federal Reserve terkait suku bunga.

Presiden Donald Trump mengatakan AS harus "membuat kesepakatan yang berarti" dengan Iran, menambahkan bahwa 10 hari ke depan akan menentukan apakah akan ada kesepakatan. Iran saat ini merupakan "titik panas" meskipun para pejabat dari kedua belah pihak terlibat dalam "pembicaraan yang baik," kata Trump. Ia juga mengatakan menantunya, Jared Kushner, akan menjadi "utusan perdamaian."

Peningkatan kekuatan militer AS di kawasan itu berarti peluang Iran untuk mencapai kesepakatan diplomatik terkait aktivitas nuklirnya berisiko tertutup, menurut kepala pengawas nuklir PBB.

Risiko geopolitik yang kembali meningkat mendorong permintaan emas batangan sebagai aset aman, yang naik hingga 0,9% sebelum mengalami penurunan sebagian.

Para pedagang juga mempertimbangkan arah suku bunga AS, yang akan menjadi pendorong utama harga emas.

Gubernur Fed Stephen Miran mengurangi seruannya tentang seberapa dalam Fed harus memangkas suku bunga tahun ini, dengan mengatakan kepada seorang pewawancara bahwa data terbaru mencerminkan ekonomi yang lebih kuat daripada yang dia perkirakan, Dow Jones melaporkan pada hari Kamis.

Angka terbaru menunjukkan bahwa lapangan kerja bertahan lebih baik daripada yang diantisipasi Miran, sementara inflasi barang tampak lebih sulit dikendalikan, katanya dalam sebuah wawancara dengan The Peg, sebuah blog Substack yang dikelola oleh jurnalis Izabella Kaminska. Akibatnya, kata Miran, dia tidak lagi percaya Fed harus berencana untuk memangkas suku bunga sebanyak yang dia pikirkan dua bulan lalu.

Komentar Miran muncul setelah risalah pertemuan kebijakan bank sentral AS bulan Januari menunjukkan para pejabat Fed tampak sangat waspada terhadap pemangkasan suku bunga ketika mereka bertemu bulan lalu. Hal itu dapat menempatkan bank sentral pada jalur bentrok dengan Presiden Donald Trump, yang mempersulit tugas calon ketua yang dinominasikan presiden, Kevin Warsh. Trump telah berbicara mendukung penurunan biaya pinjaman, yang akan menjadi pendorong bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Volatilitas emas dan perak sangat tinggi dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak penurunan tajam bersejarah pada akhir Januari.

Bank-bank termasuk BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG, dan Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan bahwa emas akan kembali melanjutkan tren kenaikan, dengan banyak faktor yang mendukung reli multi-tahun masih utuh. Kekhawatiran atas independensi Fed dan ketegangan geopolitik telah mendukung logam mulia.

Harga emas spot naik 0,3% menjadi $4.993,48 per ons pada pukul 15.21 di New York. Perak naik 1,1% menjadi $78,06. Platinum dan paladium sedikit turun. (Arl)

Sumber: Bloomberg.com

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai