Emas Terjun Bebas Terkait Aksi Jual Lintas Aset
Harga emas jatuh lebih dari 3% hingga menembus di bawah $4.920 per ons pada Kamis (12/2), yang memperpanjang koreksi tajam seiring aksi pelepasan aset secara luas di berbagai kelas aset (cross-asset unwind).
Kondisi ini mendorong investor melikuidasi logam mulia untuk memenuhi margin call dan menutup kerugian di instrumen lain.
Penurunan terjadi meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun justru turun ke level terendah dalam lebih dari dua bulan. Ini mengindikasikan pelemahan emas kali ini bukan dipicu ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, melainkan lebih karena kebutuhan likuiditas jangka pendek dan pembongkaran posisi setelah reli panjang sebelumnya.
Tekanan jual juga terasa di logam lain. Perak dan tembaga ikut terkoreksi tajam, menegaskan bahwa tekanan bersifat menyeluruh di sektor logam, bukan hanya spesifik pada emas.
Walau pasar memperkirakan data CPI yang akan datang menunjukkan inflasi yang mulai mereda—dan tetap memperhitungkan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed pada paruh kedua tahun ini—arus transaksi jangka pendek saat ini lebih dikuasai proses deleveraging ketimbang perubahan ekspektasi kebijakan.
Meski demikian, setelah tekanan likuidasi mereda, beberapa faktor masih bisa menjadi fondasi bagi emas: penurunan yield yang berlanjut, pembelian bank sentral yang tetap berjalan, serta ketidakpastian geopolitik yang belum hilang.(yds)
Sumber: Tradingeconomics.com