Emas Melemah Tipis, Risiko Iran Jadi Tameng; Fokus Ke CPI
Harga emas (XAU/USD) bergerak datar cenderung melemah tipis pada Kamis (12/2) karena pasar menilai ulang peluang pemangkasan suku bunga The Fed setelah data tenaga kerja AS keluar lebih kuat. Di perdagangan terbaru, harga emas berada di sekitar $5.075/oz (turun ±0,18%), masih nyaman di dalam konsolidasi minggu ini $5.000–$5.100.
Pemicu utamanya datang dari data NFP Januari yang menunjukkan penambahan lapangan kerja 130 ribu dan tingkat pengangguran turun ke 4,3%—kombinasi yang bikin pelonggaran moneter cepat jadi makin kecil kemungkinannya. Namun klaim pengangguran mingguan tercatat 227.000, sedikit di atas ekspektasi, tapi masih menggambarkan pasar tenaga kerja yang relatif solid. Itu bikin investor cenderung memilih posisi aman sambil nunggu katalis berikutnya. Karena emas tidak memberi imbal hasil, narasi “higher-for-longer” biasanya jadi rem buat kenaikan harga, sehingga pasar cenderung memilih mode menunggu ketimbang agresif beli.
Namun, tekanan ke emas tidak meledak karena dolar AS juga tidak lanjut reli besar. Indeks dolar (DXY) saat ini tertahan di sekitar 96,835 —masih dekat area terendah mingguan, jadi tidak cukup kuat untuk “mengunci” emas turun dalam.
Dari sisi risiko, tensi AS–Iran tetap menjaga permintaan safe haven tetap hidup. Wall Street Journal melaporkan Pentagon sedang menyiapkan kelompok serang kapal induk kedua untuk kemungkinan penempatan ke Timur Tengah jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal—faktor yang ikut menahan koreksi emas lebih dalam menjelang rilis CPI AS. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id