Dolar Tertekan, Emas Makin Nyaman di Level Tinggi
Harga emas bertahan kuat di atas level psikologis $5.000 per ons pada perdagangan hari ini, didukung kombinasi data ekonomi AS yang melemah dan minat safe-haven yang belum padam. Pada sesi terbaru, XAU/USD bergerak di kisaran 5.025,5–5.056,8, menandakan pasar masih dalam mode “konsolidasi tinggi” sambil menunggu pemicu berikutnya.
Penggerak utama datang dari Amerika Serikat. Data resmi menunjukkan penjualan ritel Desember 2025 nyaris tidak berubah (flat) di sekitar $735 miliar, hasil yang menegaskan konsumsi—motor terbesar ekonomi AS—sedang kehilangan momentum dibanding ekspektasi pasar.
Lebih penting lagi, komponen “inti” yang sering dipakai untuk membaca kontribusi konsumsi terhadap PDB (sering disebut control group) dilaporkan turun 0,1%. Kombinasi headline yang datar dan inti yang melemah ini memperkuat narasi bahwa pertumbuhan mulai mendingin, sehingga peluang pelonggaran kebijakan moneter The Fed kembali menguat—kondisi yang biasanya mendukung emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.
Namun, pasar belum berani bergerak agresif karena perhatian kini terkunci pada rilis data besar berikutnya, khususnya Jobs Report Januari yang tertunda. Laporan ini dijadwalkan rilis Rabu, 11 Februari pukul 08:30 ET, dan hasilnya berpotensi mengubah ekspektasi suku bunga secara cepat—yang biasanya langsung tercermin pada dolar, yield, dan harga emas.
Dari sisi geopolitik, faktor penopang safe-haven masih relevan. Ketegangan AS–Iran kembali jadi perhatian setelah AS mengeluarkan panduan baru agar kapal berbendera AS yang melintas Selat Hormuz menjauh dari perairan Iran. Selama isu Hormuz dan risiko eskalasi masih muncul di headline, tekanan turun emas cenderung lebih tertahan karena kebutuhan lindung nilai meningkat.
Kesimpulannya, bias fundamental emas hari ini masih condong positif, tetapi pergerakannya berpotensi “naik-turun tipis” sampai data tenaga kerja keluar. Jika jobs data melemah dan dolar/yield turun, emas punya ruang untuk menguji area atas range harian; sebaliknya, jika data kuat dan yield memantul, emas rawan terkoreksi kembali menguji support psikologis $5.000—dengan volatilitas tetap jadi tema utama pekan ini.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id