Emas Lompat 3%: Dolar Loyo, Dipicu Buy the Dip
Harga emas (XAU/USD) melonjak lebih dari 3% pada Jumat (6/2) dan bersiap mencatat kenaikan mingguan yang solid, pasca para “buyers dip” masuk memanfaatkan pelemahan dolar AS. Sesi Jumat berjalan sangat volatil: emas sempat jatuh ke low tiga hari di $4.655, namun kemudian berbalik arah dan menghapus penurunan tersebut. Saat laporan ini dibuat, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.963.
Rebound tajam ini terjadi setelah emas tertekan pada Kamis dan sempat turun menembus area $4.800. Dorongan utama datang dari melemahnya dolar di awal sesi Jumat, yang dipicu rilis data tenaga kerja AS sehari sebelumnya yang lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut kembali menghidupkan spekulasi bahwa The Fed masih berpeluang melonggarkan kebijakan (rate cut lebih lanjut), sehingga investor kembali melirik emas meski yield obligasi AS mulai menunjukkan tanda-tanda menguat.
Dari sisi kalender data, pasar relatif “sepi” karena rilis Nonfarm Payrolls (NFP) Januari ditunda ke 11 Februari akibat shutdown pemerintah AS. Sementara itu, survei University of Michigan menunjukkan sentimen konsumen AS membaik. Namun catatan pentingnya, direktur survei Joanne Hsu menekankan kenaikan sentimen terutama terjadi pada kelompok dengan portofolio saham terbesar, sedangkan konsumen tanpa kepemilikan saham masih berada pada level sentimen yang rendah.
Di sisi geopolitik, pembicaraan AS–Iran dimulai di Oman dan kedua pihak sepakat melanjutkan negosiasi. Meski demikian, laporan menyebut Iran menolak mengakhiri pengayaan nuklir dalam pembahasan dengan AS, sehingga ketidakpastian tetap membayangi pasar.
Minggu depan, fokus pelaku pasar akan tertuju pada rilis data penting AS: Employment Situation, Retail Sales, dan CPI, serta rangkaian pidato pejabat The Fed yang berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga—yang biasanya langsung berdampak ke dolar dan pergerakan emas.(yds)
Sumber: FXstreet.com