Fed Diserang DOJ, Emas-Perak Pecah Rekor
Emas dan perak kembali mencetak rekor pada hari Senin (12/1) di tengah reli logam mulia yang makin melebar, setelah isu independensi Federal Reserve jadi sorotan menyusul langkah Departemen Kehakiman AS (DOJ) yang menargetkan Ketua The Fed, Jerome Powell. Ketidakpastian institusional itu membuat pasar masuk mode risk-off, menekan dolar dan menghidupkan kembali minat pada aset safe-haven.
Pada update terakhir, emas spot (XAU/USD) berada di sekitar US$4.610/oz dan sempat bergerak di area puncak harian US$4.618/oz. Sementara perak (XAG/USD) berada di sekitar US$85,1/oz, dengan rentang harian sempat mencapai US$85,54/oz.
Reli ini terjadi setelah Powell menyiratkan tekanan politik terhadap bank sentral—di saat DOJ menjalankan proses yang memicu kekhawatiran pasar soal politisasi kebijakan suku bunga. Di sisi pasar obligasi, yield Treasury AS 10 tahun tercatat naik tipis ke sekitar 4,20%, sementara dolar melemah.
Analis Julius Baer, Carsten Menke, menilai meningkatnya campur tangan terhadap The Fed bisa menjadi pendorong utama logam mulia sepanjang 2026—dengan pasar perak yang lebih kecil cenderung bereaksi lebih “liar” saat isu suku bunga dan dolar memanas.
Ke depan, pelaku pasar juga memantau dua pemicu volatilitas: Mahkamah Agung AS dijadwalkan merilis putusan pada 14 Januari 2026 (termasuk perkara terkait tarif Trump), serta hasil investigasi Section 232 yang berpotensi membuka jalan tarif AS pada perak, platinum, dan paladium. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id