NFP Meleset, Emas Naik—Pasar Waspada Venezuela & Iran
Harga emas spot bergerak menguat setelah rilis data tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls/NFP) hari Jumat (9/1). Emas sempat naik karena pasar menangkap sinyal ekonomi AS yang melambat, tapi tetap hati-hati karena arah suku bunga The Fed masih “abu-abu”.
Data resmi menunjukkan NFP Desember bertambah 50.000, sedikit di bawah perkiraan pasar, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,4%. Kombinasi “job growth melambat tapi pengangguran turun” bikin pasar terbelah: ada alasan buat harap pemangkasan suku bunga, tapi belum cukup kuat untuk memaksa The Fed buru-buru memangkas lagi.
Sesaat setelah data keluar, dolar cenderung bertahan kuat dan menahan laju emas, tapi emas tetap ditopang ekspektasi suku bunga yang pada akhirnya masih bisa turun di 2026. Di saat yang sama, minat lindung nilai muncul karena tensi geopolitik belum reda.
Per saat penulisan, emas spot (XAU/USD) berada di sekitar $4.486/oz dengan rentang harian kurang lebih $4.453–$4.492/oz.
Dari sisi geopolitik, pasar masih memantau Venezuela setelah Trump menyatakan membatalkan “gelombang serangan kedua” karena mengklaim ada kerja sama dan pembebasan tahanan politik, namun tensi tetap tinggi karena isu kontrol AS atas sektor energi Venezuela masih bergulir.
Di Iran, situasi juga menambah sentimen safe haven: laporan terbaru menyebut pemadaman internet dilakukan saat protes meluas, meningkatkan kekhawatiran stabilitas domestik dan risiko kawasan. Ketika headline seperti ini muncul, emas biasanya cepat dapat bid sebagai aset pelindung. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id