Emas Turun Tipis Jelang CPI AS
Harga emas melemah pada sesi Asia Kamis, turun tipis ke bawah $4.350/oz. Pergerakan ini lebih banyak dipicu aksi ambil untung setelah emas sempat menyentuh level tinggi beberapa pekan terakhir, ditambah dolar AS yang menguat.
Penguatan dolar membuat emas jadi kurang menarik dalam jangka sangat pendek, karena emas dihargai dalam USD. Saat USD naik, emas biasanya terasa “lebih mahal” bagi pembeli di luar AS, sehingga permintaan bisa melunak sementara.
Meski turun, ruang penurunan emas dinilai bisa terbatas. Pasar masih memegang ekspektasi bahwa The Fed berpotensi melanjutkan pemangkasan suku bunga ke depan, setelah data tenaga kerja AS terbaru memberi sinyal ekonomi mulai mendingin. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung emas, karena biaya peluang memegang emas (yang tidak memberi bunga) jadi lebih kecil.
Di luar faktor suku bunga, ketegangan geopolitik juga kembali menambah “bantalan” untuk emas. Venezuela disebut mengerahkan armadanya untuk mengawal kapal-kapal minyak di tengah ancaman blokade dari AS. Situasi seperti ini sering memicu permintaan aset aman, sehingga emas cenderung tetap dicari saat risiko meningkat.
Fokus utama pasar hari ini adalah rilis inflasi AS (CPI) November. Angka CPI utama diperkirakan 3,1% YoY, sementara CPI inti diproyeksikan 3,0% YoY. Selain itu, data klaim pengangguran mingguan AS juga akan keluar, yang bisa ikut memengaruhi arah dolar, yield, dan akhirnya pergerakan emas.(asd)
Source: Newsmaker.id