Emas Menguat di Awal Eropa, Bakal Buat Rekor Baru ?
Harga emas menguat saat memasuki sesi Eropa hari ini Rabu (17/12), bertahan di kisaran $4.320-an per ons dan tetap dekat dengan rekor tertinggi Oktober di area $4.381. Penguatan ini terjadi setelah pasar kembali mencari aset aman sambil menunggu data besar berikutnya dari AS.
Pendorong utamanya datang dari agenda AS: pelaku pasar fokus ke rilis inflasi (CPI) pada Kamis dan rangkaian komentar pejabat bank sentral. Setelah data tenaga kerja terbaru yang hasilnya campuran, pasar belum merasa “cukup alasan” untuk agresif menambah spekulasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, tapi dolar juga belum punya tenaga untuk naik jauh.
Sentimen safe haven juga menguat karena tensi Venezuela. Trump meningkatkan tekanan dengan perintah blokade kapal tanker minyak tertentu, memunculkan kekhawatiran pasokan dan menambah “bumbu geopolitik” di pasar global—biasanya kondisi seperti ini bikin emas lebih dilirik.
Menariknya, bukan cuma emas: perak juga mencetak level tertinggi baru, yang ikut memperkuat tema “lari ke logam mulia” di pasar Eropa hari ini. Ini terlihat juga dari saham-saham Eropa terkait komoditas (sektor mining/resource) yang ikut terbantu oleh reli logam.
Ke depan (untuk sisa sesi Eropa sampai malam), pergerakan emas biasanya akan sensitif pada dua hal: (1) arah dolar & yield menjelang CPI, dan (2) headline geopolitik. Selama emas bertahan di atas area psikologis $4.300, pasar cenderung menganggap tren masih “kuat”, tapi area rekor $4.381 tetap jadi tembok yang bikin harga rawan tarik-ulur.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id