Emas Rebound, Permintaan Safe Haven Naik di Tengah Konflik
Harga emas (XAU/USD) memulihkan sebagian kerugian dan naik tipis ke sekitar US$4.725 pada awal sesi Eropa Jumat, menghentikan penurunan selama tujuh hari berturut-turut. Pemulihan ini terjadi ketika konflik AS–Iran menjaga permintaan aset safe-haven tetap hidup, meski pelaku pasar masih berhati-hati menghadapi volatilitas yang tinggi.
Dukungan utama datang dari meningkatnya risiko geopolitik. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berjanji akan menunjukkan “nol toleransi” jika infrastruktur energi Iran kembali diserang, sementara Saudi mengisyaratkan pengekangan tidak tanpa batas dan membuka opsi tindakan militer. Kombinasi ancaman dan respons ini membuat pasar terus memantau risiko eskalasi yang dapat mendadak mengangkat permintaan lindung nilai.
Namun, ruang naik emas masih dibatasi oleh kekhawatiran inflasi energi. Lonjakan minyak akibat perang memunculkan kembali risiko inflasi, yang berpotensi menunda pemangkasan suku bunga dan mengurangi daya tarik emas yang tidak berimbal hasil. Di AS, The Fed menahan suku bunga, tetapi menyoroti dampak kenaikan minyak terhadap inflasi; Jerome Powell bahkan menyebut opsi kenaikan suku bunga ikut dibahas. Nada hawkish ini menopang dolar AS dan menjadi rem bagi komoditas berdenominasi USD.
Faktor likuiditas juga ikut menekan. Di tengah aksi jual yang lebih luas, sebagian pelaku pasar menjual aset yang paling mudah dicairkan termasuk emas untuk memenuhi margin call dan menambah kas. Komentar Paul Surguy (Kingswood Group) menegaskan pola itu: saat volatilitas meningkat, aset safe-haven pun bisa ikut dijual untuk membiayai reposisi portofolio.
Yang perlu dipantau pelaku pasar:
arah minyak (risiko inflasi energi),
pergerakan DXY dan yield Treasury (rem utama emas),
headline konflik dan serangan ke infrastruktur energi,
tanda-tanda lanjutan margin call/likuiditas yang bisa memicu jual paksa lagi.(CP)
Sumber: Newsmaker.id