• Sat, Mar 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

31 October 2025 12:52  |

Shutdown Tak Kunjung Usai, The Fed Sulit Baca Arah Ekonomi!

Krisis pemerintahan Amerika Serikat kian menajam setelah government shutdown memasuki lebih dari tiga minggu tanpa adanya tanda-tanda penyelesaian konkret. Hingga Senin waktu setempat, Kongres masih gagal mencapai kesepakatan terkait paket pendanaan, memicu kekhawatiran baru atas dampak ekonomi dan ketidakstabilan fiskal di akhir tahun.

Senat kembali menolak dua rancangan undang-undang yang berupaya membayar pekerja federal selama periode shutdown. Hal ini membuat lebih dari 2 juta pegawai pemerintah terancam melewatkan gaji penuh mereka pekan ini. “Kami tidak bisa terus membiarkan rakyat menjadi korban tarik-menarik politik,” ujar Senator Chris Murphy (Demokrat–Connecticut) seperti dikutip CBS News.

Dampak Ekonomi Mulai Terasa

Menurut laporan Reuters, shutdown kali ini berpotensi memangkas pertumbuhan ekonomi kuartal IV, dengan efek domino terhadap konsumsi rumah tangga dan kepercayaan bisnis. Analis dari JPMorgan memperkirakan output PDB bisa turun hingga 0,3–0,5% jika kebuntuan ini berlanjut lebih dari sebulan.

Selain itu, penundaan rilis data ekonomi resmi membuat kebijakan Federal Reserve semakin sulit menilai arah inflasi dan lapangan kerja. “Ketiadaan data yang valid akan mengaburkan pandangan The Fed terhadap kondisi riil ekonomi,” tulis JPMorgan Global Research dalam laporannya.

Ketegangan Politik Memuncak

Presiden Donald Trump dikabarkan menolak kompromi parsial yang diajukan oleh Partai Demokrat, dan justru memperketat posisi negosiasi dengan menuntut potongan besar terhadap program sosial tertentu. Sementara itu, Menteri Keuangan Alex Bessent menyebut bahwa “Demokrat bernegosiasi seperti teroris fiskal,” dalam wawancaranya dengan New York Post, menandakan jurang politik yang semakin dalam.

Namun di sisi lain, tekanan publik mulai meningkat. Survei terbaru menunjukkan hampir dua pertiga warga AS menolak shutdown berkepanjangan, dan mendesak kedua partai untuk segera mencapai kesepakatan bipartisan.

Harapan Akan Akhir Shutdown

Beberapa anggota Kongres dari kedua kubu melaporkan bahwa pembicaraan lintas partai mulai meningkat intensitasnya sejak akhir pekan lalu. Senator Lindsey Graham menyebut situasinya “membaik perlahan,” seraya menambahkan bahwa kompromi bisa tercapai “dalam beberapa hari ke depan” jika kedua pihak bersedia melunak pada syarat anggaran.

Media Newsweek melaporkan setidaknya ada tiga skenario akhir shutdown: (1) kompromi penuh antara Demokrat dan Republik; (2) pendanaan sementara (Continuing Resolution) hingga akhir November; atau (3) tekanan publik yang memaksa pemerintah membuka layanan secara sepihak untuk sektor-sektor vital seperti militer dan transportasi udara.

Prospek Pasar dan Reaksi Global

Shutdown yang berlarut-larut telah meningkatkan volatilitas di pasar keuangan global. Investor mulai beralih ke aset lindung nilai seperti emas dan obligasi, sementara indeks dolar AS mengalami tekanan moderat. Meski begitu, analis memperingatkan bahwa jika kebuntuan fiskal terus berlanjut, kepercayaan internasional terhadap stabilitas fiskal AS bisa ikut tergerus.

“Pasar mulai kehilangan kesabaran,” ujar ekonom Goldman Sachs, Sarah Lin, kepada The Guardian. “Shutdown yang berkepanjangan tidak hanya melemahkan pertumbuhan domestik, tapi juga mengikis kredibilitas kebijakan fiskal Amerika di mata dunia.”

Kesimpulan:

Dengan semakin banyak pekerja kehilangan pendapatan dan program pemerintah tertunda, tekanan politik terhadap Kongres untuk segera menyepakati pendanaan kian besar. Namun tanpa perubahan signifikan dalam posisi negosiasi kedua partai, kebuntuan ini bisa menjadi yang terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
ECONOMY

Tingkat Pengangguran Australia Naik Menjadi 4,1%

Tingkat Pengangguran Australia naik menjadi 4,1% pada bulan Januari dari 4,0% pada bulan Desember, menurut data resmi yang di...

20 February 2025 07:46
GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
BIAS23.com NM23 Ai