Goldman Sachs Prediksi Dolar Akan Melemah
Goldman Sachs memproyeksikan nilai dolar AS akan terus melemah dalam beberapa bulan mendatang. Menurut analis, kinerja ekonomi dan pasar yang tidak lagi sekuat sebelumnya membuat valuasi dolar tidak lagi wajar untuk tetap tinggi. Meski begitu, posisi dolar sebagai mata uang utama dunia diyakini masih akan bertahan cukup lama.
Dalam catatan tim strategi yang dipimpin Kamakshya Trivedi, Goldman menilai dominasi dolar global akan terkikis perlahan. Perubahan kebijakan fiskal di Eropa yang mendukung pertumbuhan, serta sektor ekspor Tiongkok yang kuat, diperkirakan akan memberikan dorongan bagi euro dan yuan.
Namun, laporan itu juga menekankan bahwa bukti nyata de-dolarisasi masih terbatas. Dolar masih mendominasi penerbitan utang global, transaksi lintas negara, hingga volume perdagangan valas di pasar spot. Artinya, meskipun trennya melemah, peran dolar tetap sulit digantikan dalam waktu dekat.
Ke depan, Goldman memperkirakan dolar akan berkinerja lebih buruk dibanding aset siklikal lainnya. Hal ini terjadi karena prospek ekonomi global dinilai semakin seimbang, dengan arus investasi portofolio yang lebih terdistribusi ke berbagai kawasan di luar Amerika Serikat.(ads)
Sumber: Bloomberg.com